Laman

Monday, 7 May 2018

Jual Mesin Pemisah Lendir Kakao - Mesin Pembersih Lendir Kakao

Jual Mesin Pemisah Lendir Kakao

Jual Mesin Pemisah Lendir Kakao, harga mesin pemecah buah kakao, mesin pengering kakao, mesin press kakao, mesin conching coklat, harga mesin pengupas kakao, harga mesin sortasi kakao, coklat mentah, alat pengolahan kakao.

mesin pencuci lendir biji kakao
Mesin Pemisah Lendir Kakao

Alat Pemisah Lendir Bijij Kakao
Alat Pemisah Lendir Bijij Kakao

ARENA MESIN, JUAL MESIN | MESIN PRODUKSI | TOKO ALAT MESIN - .  SEDIA MESIN PEMISAH LENDIR KAKAO


FUNGSI : MENGHILANGKAN LENDIR PUTIH YANG TERTEMPEL DI BIJI KAKAO SEHINGGA PADA SAAT PENGERINGAN BIJI SUDAH BERSIH.



 

Alat Pembersih Lendir Bijij Kakao
Alat Pembersih Lendir Bijij Kakao






SPESIFIKASI MESIN PEMISAH LENDIR KAKAO


DIMENSI : 90 X 60 X 110 CM
MATERIAL CORONG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL TABUNG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL PEMISAH LENDIR : STAINLESS STEEL
MATERIAL RANGKA : SIKU  BESI DAN UNP BESI
PENGGERAK : DINAMO 1HP / ENGINE BENSIN 5,5 HP
TRANSMISI : PULLEY DAN V-BELT
KAPASITAS : 300-400 KG/JAM 
SALURAN AIR
DIMENSI : 100 X 60 X 120 CM
MATERIAL CORONG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL TABUNG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL PEMISAH LENDIR : STAINLESS STEEL
MATERIAL RANGKA : SIKU  BESI DAN UNP BESI
PENGGERAK : ENGINE BENSIN 5,5 HP
TRANSMISI : PULLEY DAN V-BELT
KAPASITAS : 500-750 KG/JAM 
SALURAN AIR
DIMENSI : 100 X 60 X 120 CM
MATERIAL CORONG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL TABUNG : PLAT STAINLESS STEEL
MATERIAL PEMISAH LENDIR : STAINLESS STEEL
MATERIAL RANGKA : SIKU  BESI DAN UNP BESI
PENGGERAK : ENGINE BENSIN 5,5 HP
TRANSMISI : PULLEY DAN V-BELT
KAPASITAS : 800-1000 KG/JAM 
SALURAN AIR

_________________________________________________________________________________


Proses Panjang Pengolahan Biji Kopi Menjadi Coklat Siap Konsumsi
Pemanenan dan Pengupasan
Tanaman kakao tumbuh baik di dataran rendah yang agak basah pada daerah tropis seperti dataran rendah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Afrika Barat, dan Asia Tenggara. Buah kakao dipanen dari tanamannya, menggunakan tangan untuk ketinggian yang terjangkau, atau menggunakan tongkat pengait bila buah berada pada posisi yang terlalu tinggi. Pemetikan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak cabang-cabang pohon tempat buah menempel. Buah kakao kemudian dikumpulkan dalam keranjang dan dibawa ke tempat pengolahan. Di tempat pengolahan buah kakao dipecahkan bijinya dipisahkan dari kulitnya, baik secara manual maupun menggunakan mesin pengolahan seperti mesin pemisah lendir kakao.

Fermentasi
Biji kakao yang telah dipisahkan kemudian dibersihkan dari lendir yang berlebihan. Pembersihan lendir yang berlebihan ini penting untuk dilakukan sebab akan menyebabkan biji terasa asam setelah difermentasikan. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan mesin pembersih, yang memisahkan lendir berlebihan dan membuangnya, baik menggunakan air ataupun tidak.
Biji kakao basah yang telah dikurangi lendirnya kemudian difermentasikan. Secara tradisional, biji kakao basah ditempatkan di atas hamparan daun pisang, kemudian kembali ditutupi oleh lembaran-lembaran daun pisang sehingga tertutup rapat. Maksud dari penutupan dengan daun pisang adalah untuk mencegah panas yang keluar dari biji kakao basah tidak keluar. Panas yang tertahan dalam tumpukan biji kakao akan mempercepat proses fermentasi, dsiamping juga melindungi tumpukan biji kakao dari kontaminsasi kotoran dan serangga. Setelah fermentasi selesai, selaput lendir yang menempel pada biji akan mudah lepas karena ikatannya sudah lemah akibat penguraian oleh enzim selama proses fermentasi. Selain itu, dan ini lebih penting, biji kakao mengalami perubahan kimia sehingga mutunya meningkat. Warna bagian dalam biji yang semula berwarna ungu berubah menjadi coklat, sedangkan aroma berubah dari asam menjadi aroma khas coklat. Biji kakao kemudian dicuci untuk mendapatkan biji kakao basah yang sudah bebas dari lendir dan bermutu lebih tinggi.

Pengeringan
Setelah biji kakao bersih dan beraroma khas coklat didapatkan, harus segera dikeringkan. Pengeringan segera penting untuk dilakukan untuk menghentikan proses fermentasi. Bila proses fermentasi terus berlangsung, maka yang terjadi adalah penurunan mutu biji kakao. Pengeringan secara tradisional biasanya melalui penjemuran di bawah sinar matahari yang memerlukan waktu beberapa hari hingga satu minggu. Untuk meningkatkan kebersihan dan menghemat waktu, pengeringan juga dapat dilakukan menggunakan alat pengering berbagai tipe yang telah banyak dikembangkan. Cara kombinasi juga sangat baik untuk diterapkan karena masing-masing metoda mempunya kelebihan dan kekurangan. Pengeringan dilakukan hingga biji kakao mencapai kadar air yang aman untuk disimpan, kemudian dimasukkan ke dalam karung-karung kemasan untuk disimpan atau dikirim ke pabrik produsen makanan atau minuman yang membutuhkan, atau ke negara tujuan ekspor.

Pengolahan Biji Kakao
Di pabrik pengolahan makanan dan minuman yang menggunkan biji coklat sebagai salah satu bahan produk yang akan dibuat, biji kakao kering akan mengalami proses pengolahan kembali. Pengolahan di tingkat ini seringkali disebut proses refinasi kakao menjadi bubuk coklat selanjutnya menjadi bahan berbagai produk makanan dan minuman. Secara umum proses produksi bubuk coklat hampir sama di mana pun, hanya ada perbedaan kecil yang disebabkan oleh perbedaan sifat-sifat biji kakao yang diproses karena berasal dari spesies yang berbeda. Tetapi, umumnya pabrik pengolahan biji kakao menggunakan mesin yang sama untuk mengolah biji kakao menjadi cocoa butter dan cocoa powder. Secara umum , proses pengolahan biji kakao menjadi cocoa butter dan cocoa powder.

Penyangraian
Hal pertama yang dilakukan terhadap biji kakao kering yang masuk ke pabrik adalah penyangraian. Penyangraian akan menimbulkan warna, rasa dan aroma yang diinginkan seperti yang dapat kita temui pada produk coklat berkualitas baik. Kulit luar dari biji yang telah disangrai akan kering, pecah-pecah, dan lepas dari biji. Untuk membersihkan kulit ari yang telah lepas tadi, dilakukan proses winnowing. Setelah proses penyangraian ini biji kakao matang dan bebas dari kulit ari ini disebut nib.

Penggilingan Nib
Nib kemudian digiling hingga hancur. Karena mengandung lemak yang tinggi dan telah mengalami penyangraian, dan selama penggilingan juga timbul panas akibat gesekan, nib yang digiling akan berubah menjadi cairan atau adonan kental. Adonan kental dikenal dengan nama coklat murni atau massa coklat. Seringkali, untuk kakao dengan kandungan lemak yang tinggi, nib dipres terlebih dahulu untuk mengeluarkan sebagian lemaknya yang kemudian disebut butter, baru digiling.
Massa kokoa hasil penggilingan kemudian dicampur kembali dengan butter sambil bahan-bahan lain seperti gula dan susu, atau sesuai dengan formula produk yang akan dibuat.

Pencampuran dan Pencetakan
Setelah pencampuran dengan bahan-bahan tambahan tergantung pada produk yang akan dibuat, adonan kemudian diaduk terus untuk menghasilkan campuran yang homogen. Berbagai jenis coklat manis dpat dibentuk melalui penerapan formula yang berbeda, untuk menghasilkan produk akhir dengan citarasa yang unik dan bervariasi. Beberapa formula untuk beberapa produk coklat yang umumnya dihasilkan dalam pengolahan coklat adalah sebagai berikut:

Coklat susu, menggunakan bahan campuran tepung kakao, butter, gula, susu cair atau susu bubuk, lesitin, dan vanili.
Coklat putih, menggunakan bahan campuran cairan kakao, butter, gula, susu cair atau susu bubuk, lesitin, dan vanili.
Coklat gelap plain, menggunakan bahan campuran tepung kakao, cairan kakao, butter, gula, lesitin, dan vanili.

Jenis - Jenis Kakao

Setelah proses pencampuran menghasilkan campuran yang homogen, pencetakan adalah proses akhir untuk menghasilkan produk makanan coklat. Untuk mempercepat membekunya cetakan, biasanya cetakan ditempatkan di ruang pendingin. Kemudian cetakan yang telah membeku dilepaskan dan coklat yang dihasilkan dikemas dan didistribusikan untuk dipasarkan.
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, karena kakao termasuk salah satu dari tiga komoditas dari sektor perkebunan yang memberikan sumbangan devisa yang sangat tinggi yaitu dengan nilai sebesar US $ 701 juta. Kualitas kakao Indonesia tidak kalah dari beberapa Negara produsen kakao seperti dari Ghana. Jika kakao Indonesia diproses secara fermentasi maka rasa dan aromanya tidak kalah dengan kakao yang berasal dari Ghana. Kakao Indonesia memiliki keunggulan yaitu tidak mudah meleleh sehingga dapat digunakan untuk proses blending.
Ada tiga jenis kakao yaitu, jenis pertama adalah jenis criollo. Jenis ini merupakan tanaman kakao yang menghasilkan biji cokelat yang mutunya sangat baik dan dikenal dengan cokelat mulia, ciri cirinya adalah buahnya berwarna merah atau hijau, kulit buahnya tipis berbintil-bintil kasar dan lunak. Biji buahya berbentuk bulat telur beruuran besar dengan kotiledon berwarna putih pada waktu basah. Jumlah jenis ini ada sekitar ± 7% dan dihasilkan di Indonesia, ekuador, Venezuela, jamaika, dan Sri lanka.
Jenis kedua adalah jenis forestero, jenis ini merupakan jenis tanaman kakao yang memiliki mutu sedang atau bulk kokoa. Ciri ciri jenis ini adalah buahnya berwarna hijau, kulitnya tebal, biji buahnya tipis atau gepeng dan kotiledonnya berwarna ungu pada waktu basah. Jumlah jenis forestero adalah ± 93% dari produksi kakao dunia merupakan jenis bulk yang dihasilkan di afrika barat, brasil dan dominika.
Jenis yang ketiga adalah jenis trinatario,jenis ini merupakan hybrida dari jenis criollo dengan jenis forestero secara alami, sehingga jenis ini sangat heterogen, kakao trinatario menghasilkan biji yang termasuk fine flavour cocoa ada yang termasuk bulk cocoa. Buahnya berwarna hijau atau merah dan bentuknya bermacam-macam, biji buahnya juga bermacam-macam dengan kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua pada waktu basah.


Manfaat Bubuk Kakao
Apa saja manfaat bubuk kakao?
Jika cokelat biasanya hadir dengan rasa manis berkat tambahan mentega, susu, dan gulanya, tapi tidak demikian dengan bubuk kakao. Bubuk kakao sering kali diproses menjadi cokelat hitam (dark chocolate), sehingga masih cukup asli karena belum mendapat tambahan bahan-bahan lainnya.

Sebelum menggunakan bubuk kakao sebagai bahan pembuat kue, es krim, dan berbagai sajian favorit lainnya, cermati dulu beberapa manfaat bubuk kakao berikut ini:

1. Tinggi antioksidan

Bubuk kakao adalah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoid sebagai bagian dari senyawa polifenol. Keduanya merupakan antioksidan alami. Antioksidan adalah zat yang bertugas untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas, yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.
Senyawa polifenol ini banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke

Oleh karena tinggi kandungan flavonoidnya, maka bubuk kakao dipercaya dapat memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Cardiac Society pada hampir 158.000 orang menemukan bahwa banyak makan cokelat nyatanya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini karena kakao diyakini mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

3. Mengurangi gejala depresi

Cokelat sudah lama dikenal bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao punya andil besar dalam hal ini. Menurut dr. Elson Haas, seorang penulis buku Staying Healthy With Nutrition, bahwa bubuk dari biji kakao ini bisa memperbaiki suasana hati sekaligus mengatasi serangan depresi.
Efek positif ini didapat dari kandungan senyawa flavanol yang mampu menstabilkan serotonin, yakni zat kimia dalam tubuh dengan peran pentingya dalam mengendalikan emosi. Tidak hanya itu, para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan bahwa bubuk kakao bisa membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood baik dalam tubuh.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam European Academy of Nutritional Sciences turut membuktikan hal ini. Hasilnya, kesehatan tubuh pria dewasa usia lanjut yang cukup sering makan cokelat cenderung meningkat disertai dengan membaiknya kondisi psikologisnya.

4. Memperbaiki fungsi otak

Bubuk pembuat cokelat ini ternyata punya manfaat lain yang tak kalah unik, yaitu untuk menunjang berbagai fungsi otak. Ini karena kandungan senyawa polifenol dalam bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.
Senyawa polifenol mengalir bersama darah yang menuju ke otak, dan terlibat langsung dengan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang fungsi otak. Selain itu, polifenol juga dapat memengaruhi produksi nitrit oksida, yang akan melemaskan otot-otot pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah untuk otak.

5. Menurunkan tekanan darah

Kandungan flavonoid dalam bubuk kakao dipercaya dapat memperbaiki kadar oksida nitral dalam darah, yang secara bersamaan akan meningkatkan fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, temuan dari sebuah studi yang dimuat dalam Cochrane Library turut mendukung pernyataan tersebut.
Menurutnya, efek baik dari flavonoid ini akan semakin terlihat bila dikonsumsi oleh orang yang telah memiliki tekanan darah tinggi daripada yang tidak, serta pada orang yang telah berusia lanjut dibandingkan dengan usia muda.

Manfaat Lemak Kakao untuk Kulit
Lemak kakao menyimpan banyak manfaat tersembunyi, salah satunya untuk kesehatan dan kecantikan kulit.
Lemak kakao dikenal juga dengan nama lain cacao butter dan theobroma oil. Lemak kakao berbentuk seperti mentega berwarna kuning pucat dengan aroma dan rasa kakao.
Lemak nabati yang bisa dimakan ini terbuat dari ekstrak biji kakao. Lemak ini pula yang digunakan untuk membuat cokelat, obat-obatan, salep, dan perlengkapan mandi.
Kandungan dalam lemak kakao ini terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit, mulai dari penangkal radikal bebas, melembapkan kulit, dan menghilangkan bekas luka.
Cacao butter kaya akan antioksidan yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas pada kulit. Radikal bebas diketahui dapat menyebabkan penuaan dini, kulit kusam, dan bercak gelap pada kulit.
Menjaga kulit dari radikal bebas penting agar kulit tetap terlihat segar dan awet muda. Dikutip dari Live About, lemak kakao juga memiliki sifat anti-inflamasi yang melindungi diri dari peradangan. Sifat anti-inflamasi itu membuat kulit terhindar dari kerusakan.
Lemak kakao juga memiliki asam lemak yang tinggi dan dapat menghidrasi kulit secara mendalam. Lemak kakao mengandung asam oleat, pamitat, dan stearat yang menyehatkan kulit.
Ketiga kandungan itu membuat lemak kakao baik digunakan untuk melembapkan kulit dan area bibir. Dengan khasiatnya itu, tak aneh jika banyak produk kosmetik yang menggunakan cacao butter sebagai bahan dasarnya.
Mengutip Healthline, sejumlah studi menunjukkan penggunaan lemak kakao secara teratur dapat menghilangkan bekas luka pascakehamilan. Selain bekas luka, lemak kakao juga dapat menyamarkan kerutan dan keriput pada kulit.
Tak cuma itu. Lemak kakao juga bisa digunakan untuk menyembuhkan ruam akibat eksim dan dermatitis.

Siapa yang pernah mendengar kata ‘kakao’ dan ‘kokoa’? Terdengar mirip tetapi sebenernya berbeda, lo. Apa, ya, perbedaannya?

Kakao
Kalau teman-teman suka cokelat, tentu saja tidak asing lagi mendengar kata ‘kakao’. Betul, kan? Yap, kakao berasal dari bahasa Aztec yakni Cacahuati atau Cacahua. Lalu bangsa Spanyol mengucapkannya menjadi Cacao. Sebenarnya kakao lebih merujuk pada tanaman, buah, dan biji cokelat. Buah kakao memiliki warna hijau keunguan yang bisa berubah menjadi kuning ketika sudah matang.
Nah di dalam buah kakao itu terdapat biji yang nantinya akan diolah menjadi cokelat. Jadi, kakao adalah cokelat yang masih alami atau mentah dan belum diolah. Kakao sendiri mengandung antioksidan yang banyak sekali. Kakao juga mengandung zat epicatechin dan flavoid yang dapat membantu kesehatan otak dan jantung.

Kokoa
Berbeda dengan kakao, kokoa adalah bubuk cokelat hasil olahan biji kakao yang sudah dicampur susu dan gula. Bubuk kokoa sering digunakan sebagai bahan baku membuat cokelat batangan, coklat blok, atau butiran cokelat. Ada dua jenis bubuk kokoa berdasarkan pengolahannya, yakni proses alami dan dutch.
Kokoa yang diproses secara alami memiliki rasa sedikit pahit dan mengandung kadar lemak yang rendah. Bubuk kokoa biasanya digunakan campuran dalam membuat kue. Sedangkan kokoa yang diolah melalui proses dutch, memiliki warna yang lebih gelap dan terasa lembut. Nah olahan kokoa ini sering disebut dark cocoa.

Nah, sekarang sudah tahu kan perbedaan antara kakao dengan kokoa? Meskipun namanya mirip, tetapi sebenarnya berbeda.
No comments:
Write komentar