Laman

Monday, 7 May 2018

Jual Mesin Pengayak kotoran Hewan - Alat Pemisah Pupuk Kandang

Jual Mesin Pengayak kotoran Hewan

mesin pengayak kotoran hewan, jual mesin pengayak kotoran hewan, alat pemisah kotoran hewan dengan batu. mesin pemisah kotoran sapi kambing kelinci, 
Mesin Pengayak Kotoran Hewan
Mesin Pengayak Kotoran Hewan



FUNGSI : MENGAYAK KOTORAN HEWAN SETELAH DIGILING SEHINGGA DIDAPAT KOTORAN HEWAN YANG SUDAH BERSIH DARI KERIKIL DAN BAHAN ASING LAINNYA.




Alat Pengayak Kotoran Hewan
Alat Pengayak Kotoran Hewan

 


SPESIFIKASI MESIN PENGAYAK KOTORAN HEWAN
TIPE : ROTARI CONE
DIMENSI : 300 X 90 X 120 CM
MATERIAL RANGKA : SIKU BESI ATAU STHAL BESI
MATERIAL BODY : BESI ATAU  STAINLESS STEEL
MATERIAL PENGAYAK: SCREEN STAINLESS STEEL ATAU BESI
PENGGERAK : DINAMO 1 HP
TRANSMISI : PULLEY, GEAR BOX DAN V-BELT

KAPASITAS : 400-500  KG/JAM

_________________________________________________________________________


Hasil sambilan pemeliharaan ternak sapi atau seringkali ikut dikatakan sebagai kotoran sapi tersusun dari feses, urine serta bekas pakan yang dikasihkan (terpenting untuk ternak yang dikandangkan). Hasil sambilan ini adalah bahan penting pembuatan kompos yang begitu balk serta cukuplah punya potensi untuk jadikan pupuk organik dan mempunyai nilai hara yang lumayan baik.
Pemeliharaan ternak sapi di Pulau Jawa serta Bali biasanya dikerjakan dengan intens lewat cara dikandangkan serta penyediaan pakan dikerjakan dengan skema “potong angkut”. Jumlahnya pemilikannya juga begitu hanya terbatas yaitu pada 1 sampai 5 ekor. Dengan skema demikian jadi hasil sambilan ada di seputar kandang serta begitu gampang dalam pengumpulannya .
Jika ternak sapi yang dijaga mempunyai berat hidup rataan 250 kg jadi tiap-tiap petani sangat dikit mesti menyiapkan pakan hijauan (tidak dikasih konsentrat) 7,5 kg bahan kering (3% x 250 kg). Jika diibaratkan jika kandungan bahan kering pakan hijauan lega sama juga dengan 20% jadi jumlahnya itu sama dengan 37,5 kg (100 : 20 x 7,5 kg). Angka itu mesti ditingkatkan sekitar 30% dari pemberian supaya ternak mendapatkan peluang pilih pakan hijauan yang disukai.
Dengan begitu jumlahnya itu jadi kurang lebih 50 kg. Setelah itu jika tingkat kecernaan bahan pakan itu ialah 50% jadi jumlahnya yang dikeluarkan kembali berbentuk feses fresh ialah 25 kg. Dengan pengucapan lainnya tiap-tiap tahunnya feses yang dibuat tiap-tiap ekor ternak sapi bisa sampai 9 ton serta jumlahnya ini lebih rendah dari yang dilaporkan Sihombing (1990).
Setelah itu disebutkan jika ternak sapi bisa membuahkan feses beberapa 10 -15 ton/ekor/tahun. Rendahnya jumlahnya yang didapat dalam perhitungan diatas peluang karena disebabkan nilai bekas pakan belumlah diperhitungan . Dengan anggapan pengumpulan feses dikerjakan tiap-tiap empat bulan sekali jadi tiap-tiap petani dengan jumlahnya pemilikan ternak sapi sekitar satu ekor bisa menyiapkan bahan pupuk organik sekitar 3 ton. Satu jumlahnya yang lumayan besar berarti jika dikaitkan dengan luas pemilikan tempat yang biasanya sekitar 0,2 – 0,5 Ha/petani (satu Ha memerlukan pupuk kandang beberapa 17,5 ton.
Supaya bisa memberi faedah yang optimal jadi hasil sambilan pemeliharaan ternak sapi itu mesti diolah sebelum dipakai menjadi pupuk. Biasanya proses pemrosesan disebut terbagi dalam dua grup, yaitu pemrosesan dengan terbuka serta tertutup .
1. Pemrosesan dengan terbuka dikerjakan cukup dengan menumpukan kotoran ternak sapi dalam satu ruang spesifik saat waktu yang tidak pasti. Akan tetapi biasanya dipakai mendekati musim tanam atau saat pemrosesan tanah dikerjakan. Langkah tersebut tidak memerlukan cost yang kebanyakan, sebab cost yang dikeluarkan cuma untuk tenaga kerja serta tidak diakui sebab tenaga yang dipakai ialah tenaga keluarga.

2. Pemrosesan yang ke-2 yaitu dengan proses tertutup. Langkah tersebut dikerjakan mem benamkan kotoran ternak ke satu lubang yang sudah disiapkan awal mulanya . Pembuatan lubang/silo dianjurkan untuk dikerjakan dibawah naungan serta area yang tidak gampang digenangi air jika berlangsung musim hujan. Dibawah naungan bisa disimpulkan menjadi tempat dibawah pohon yang teduh maupun dibawah naungan atap yang memang disediakan untuk arah itu.

Pembuatan silo itu bisa dikerjakan dengan kedalaman yang sama dengan volume yang diharapkan serta semestinya dinding silo itu tahan pada serapan air dari samping. Maksudnya ialah tidak hanya menahan masuknya air ke kotoran ikut berperan supaya unsur hara seperti nitrogen, yang ada pada kotoran tidak hilang tercuci air yang bisa masuk/merembes .

Proses memproses pupuknya diantaranya:

1. Agar bisa menyimpan kotoran sapi sekitar 3 ton jadi ukuran yang diperlukan ialah dua mtr. kali satu mtr. dengan kedalaman dua mtr.. Jika sangat mungkin pembuatan silo juga dapat dikerjakan dengan menggunakan gorong-gorong berpenampang 1 mtr. serta diatur sekitar tidak lebih dari 3 buah. Sama dengan ukuran gorong- gorong yang berada di market jadi, dua buah gorong-gorong diletakkan dibawah permukaan tanah (sedalam 90 cm) serta sebuahnya kembali bisa ditumpuk diatas permukaan tanah (setinggi 100 cm).

2. Dengan ukuran silo bisa menyimpan tiga ton kotoran sapi. Kotoran sapi yang ada setelah itu diaduk supaya tercampur dengan rata pada feses, urine serta bekas pakan. Jika sudah homogen jadi kotoran sapi bisa dimasukan ke silo dengan baik supaya cukuplah padat sampai hampir penuh.

3. Setelah itu bisa ditutup dengan memakai tanah galian lubang yang ada setinggi kurang lebih 30cm . Timbunan itu setelah itu dilewatkan untuk satu unit waktu spesifik, contohnya 3 bulan (Mathius, 1994), akan tetapi biasanya sesuai dengan waktu pemakaiannya, yaitu sesuai dengan musim tanam.
4. Sesudah melalui waktu yang diharapkan diinginkan kotoran yang sudah melalui proses perombakan/dekomposisi, bisa jadi kompos yang diinginkan serta siap dibongkar.
Kompos itu setelah itu bisa dipakai dengan cara langsung ke tempat pertanian maupun bisa dianginkan/dikeringkan dibawah cahaya matahari .

5. Hasil pengeringan itu setelah itu dihancurkan supaya tidak menggumpal/padat serta bisa disaring dengan ayakan yang sama dengan ukuran-ukuran yang diharapkan. Untuk arah menjadi pupuk tanaman hias jadi hasil ayakannya mesti lumayan kecil (2-3 mm), demikian pula jika diperuntukkan untuk tanaman rumput di lapangan golf.

Sedang untuk arah pemupukan tanaman pangan satu tahun, jadi hasil proses dekomposisasi itu bisa dipakai langsung ke lega serta dibenamkan saat persiapan tempat tengah ditangani/di proses

Pupuk kotoran kelinci ampuh menjadi booster perkembangan tanaman. Terpenting tanaman yang dibudidaya dengan organik. Sudah sempat coba belumlah? Jika belumlah, baca tulisan kami tersebut. Kotoran kelinci ada tiga jenis. Air kencing, feses, serta bekas rumput. Ketiganya ini dapat dipakai menjadi pupuk, baik itu padat ataupun cair.

Membuat Pupuk Kotoran Kelinci Padat
Kotoran serta bekas jerami lebih baik dipakai menjadi pupuk padat. Langkah membuat pasti lewat proses fermentasi dahulu. Ke-2 type bahan bekas kelinci itu ditumpuk di tanah, lalu ditutup dengan terpal. Penutupan ini berperan untuk memantapkan suhu yang memberi dukungan kegiatan mikroba pengurai. Diluar itu ikut berperan untuk menahan tumpukan di garuk-garuk ayam. Sesudah ditutup, dilewatkan seputar dua bulan. Kotoran kelinci telah menjadi pupuk kotoran kelinci yang siap dipakai menjadi alat tanam. Aplikasinya dapat digabung dengan tanah.

Membuat Pupuk Kotoran Kelinci Cair
Air kencing kelinci dipakai menjadi pupuk cair. Pasti lewat cara sama juga dengan pupuk padat, butuh fermentasi. Langkah membuat dengan masukkan air kencing kelinci dalam wadah bak atau tong, lalu digabung dengan tetes tebu atau gula. Di biarlah seputar 2 – 4 minggu. Janganlah lupa memberikan lubang kecil pada tutup tong atau bak menjadi jalan keluarnya hawa dari dalam tong. Aplikasi pupuk cair begitu gampang. Dapat dipakai waktu sebelum tanam untuk fermentasi alat tanam. Atau waktu tanaman telah tumbuh. Pupuk cair ini bertambah cepat diserap tanaman. Untuk memperoleh hasil optimal, semestinya aplikasinya waktu pagi sebelum matahari keluar, atau yang semakin bagus kembali sore hari seputar jam empat. Maksudnya supaya tidak terserang cahaya matahari berlebihan, hingga kurangi penguapan.
Langkah memperoleh kotoran kelinci bagaimana? Ini berdasar pada cara yang kami aplikasikan. Perhatikan tingkah laku kelinci dalam kandang. Lihat dibagian manakah kelinci buang kotoran serta kencing. Kelinci mempunyai tingkah laku hidup bersih. Kencing serta buang kotoran di satu tempat. Umumnya di sudut-sudut kandang. Bila sudah mengetahui di mana kelinci biasa buang kotoran, tempatkan wadah berbentuk nampan plastik dibawah kandang pas di mana kelinci umumnya buang kotoran.

Kencing kelinci umumnya bercampur dengan kotoran (feses). Bila ingin ambil air kencing saja bermakna mesti menuang pelan-pelan. Bila ingin hasil yang semakin bagus serta tiada proses repot untuk pembelahan, feses serta air kencing langsung bisa dibikin pupuk cair. Untuk aplikasi pupuk cair, janganlah lupa lakukan pengenceran dengan air terlebih dulu. Dapat dicoba dengan perbandingan 1 : 10 (pupuk cair : air). Atau juga bisa jumlahnya air dikurangi, akan tetapi janganlah sangat kental. Sebab justru dapat mematikan tanaman.

Menjadi petani organik, pelihara kelinci jadi pilihan yang begitu bagus. Ditambah lagi petani sayur organik. Sisa-sisa sayur akan berguna menjadi pakan untuk kelinci. Sesaat kotoran kelinci bisa digunakan menjadi pupuk organik untuk tanaman. Kelinci dapat juga meningkatkan pendapatan sebab dapat di jual.
No comments:
Write komentar