Laman

Monday, 7 May 2018

Mesin Pengurai Sabut Kelapa

Mesin Pengurai Sabut Kelapa

jual mesin pengurai sabut kelapa, harga mesin pengurai sabut kelapa murah, alat mesin pengurai sabut kelapa sederhana, mesin pengurai sabut kelapa mini, harga mesin pengurai sabut kelapa, berapa harga mesin pengurai sabut kelapa, bagian bagian mesin pengurai sabut kelapa, cara buat mesin pengurai sabut kelapa, cara membuat mesin pengurai sabut kelapa, cara menggunakan mesin pengurai sabut kelapa, mesin pengurai dan pemisah sabut kelapa, prinsip kerja mesin pengurai sabut kelapa, spesifikasi mesin pengurai sabut kelapa.

Mesin Pengurai Sabut Kelapa
Mesin Pengurai Sabut Kelapa

 

Fungsi : Mengurai serat sabut kelapa menjadi bagian bagian halus yang mudah untuk diolah

Alat Pengurai Sabut Kelapa


Spesifikasi Pengupas Sabut Kelapa

Spesifikasi
  • Sistem                    : KM-CF200
  • Dimensi                 200 x 90 x 110 cm
  • Kapasitas                 120-150 kg / jam
  • Bahan Tabung       : Mild Steel
  • Tebal Tabung        4-5 mm
  • Tebal plandes        4-5 mm
  • Bahan pengurai     : Mild Steel
  • Tebal pengurai      16-18 mm
  • Tebal pisau diam  10-12 mm
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 26 HP
  • Sistem                    KM-CF300
  • Dimensi                 280 x 90 x 120 cm
  • Kapasitas                 250-350 kg / jam
  • Bahan Tabung       : Mild Steel
  • Tebal Tabung        :4-5 mm
  • Tebal plandes        4-5 mm
  • Bahan pengurai     : Mild Steel
  • Tebal pengurai      16-18 mm
  • Tebal pisau diam  10-12 mm
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel PS 100 (eks)
  • Sistem                    : KM-CF500
  • Dimensi                 350 x 100 x 120 cm
  • Kapasitas                 400-500 kg / jam
  • Bahan Tabung       : Mild Steel
  • Tebal Tabung        4-5 mm
  • Tebal plandes        4-5 mm
  • Bahan pengurai     : Mild Steel
  • Tebal pengurai      16-18 mm
  • Tebal pisau diam  10-12 mm
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley Dan V-Belt
  • Penggerak              D14 ( eks )
  • Tipe                       : Cone
  • Dimensi                 : 300 x 900 x 165 cm
  • Kapasitas                 200-300 kg / jam
  • Bahan Tabung       : Screen Mild Steel
  • Bahan Rangka       : Siku,sthal dan UNP
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley,Gear Box Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 8 HP
  • Tipe                       : Cone
  • Dimensi                 400 x 100 x 165 cm
  • Kapasitas                300-450 kg / jam
  • Bahan Tabung       : Screen Mild Steel
  • Bahan Rangka       : Siku,sthal dan Siku
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley,Gear Box Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 8 HP
  • Sistem                    : Hidrolik
  • Dimensi Unit Press               90 x 90 x 300 cm
  • Ukuran Ball           : 60 x 60 x 60 cm
  • Material Rangka       : UNP 10 Besi
  • Material Pintu         UNP, 8 Plat 8 mm
  • Engsel Pintu            : 1 inchi
  • Silinder Hidrolis     : As 2,5 inchi, Panjang 100-110 cm
  • Tebal Pengepress  : 20 mm Besi
  • Alur Tali               : UNP 5 / UNP 8
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Pompa Hidrolis     : KPA 65
  • Tangki Oli            : 40 x40 x60
  • Material Tangki Oli : Plat Besi tebal 2 mm
  • Maretial rangka tangki oli dan pompa : UNP 10 dan siku 5 x 5
  • Transmisi               : Pulley Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 24  HP
  • Hand Valve
  • Preasure Gauge
  • Sistem                    : Hidrolik
  • Dimensi Unit Press   100 x 100 x 300 cm
  • Ukuran Ball           70 x 70 x 70 cm
  • Material Rangka       : UNP 10 Besi
  • Material Pintu         UNP, 8 Plat 8 mm
  • Engsel Pintu            : 1 inchi
  • Silinder Hidrolis     : As 2,5 inchi, Panjang 100-110 cm
  • Tebal Pengepress  : 20 mm Besi
  • Alur Tali               : UNP 5 / UNP 8
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Pompa Hidrolis     : KPA 65
  • Tangki Oli            : 40 x40 x60
  • Material Tangki Oli : Plat Besi tebal 2 mm
  • Maretial rangka tangki oli dan pompa : UNP 10 dan siku 5 x 5
  • Transmisi               : Pulley Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 30  HP
  • Hand Valve
  • Preasure Gauge
  • Tipe                      MBC-500 Feeder
  • Dimensi                500 x 800x 600 mm
  • Pengerak                Dinamo 5 HP 3 Ph
  • Material Rangka   : Siku, UNP 100, 80
  • Material belt          : Black Cotton 2 ply 6 mm
  • Roller                     : Roll 5 “ As 1,5 “
  • Bearing                  : UCP 208-24
  • Sistem                    Roll
  • Dimensi                 : 80 x 60 x 100 cm
  • Kapasitas                 400-500 kg / jam
  • Bahan Roll            : Mild Steel
  • Bahan Rangka       : Siku dan UNP
  • Bahan Corong       : Plat Mild Steel
  • Transmisi               : Pulley,Gear Box Dan V-Belt
  • Penggerak              : Diesel 8 HP

Baca Juga : 



Sabut adalah sisi mesokarp (selimut) yang berbentuk serat-serat kasar kelapa . Sabut umumnya dikatakan sebagai sampah yang cuma ditumpuk dibawah tegakan tanaman kelapa lantas dilewatkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya sangat banyak hanya untuk kayu bakar. Dengan tradisionil, penduduk sudah memproses sabut untuk jadikan tali serta dianyam jadi kesed. Walau sebenarnya sabut masih tetap mempunyai nilai ekonomis lumayan baik . Sabut kelapa bila diuraikan akan membuahkan serat sabut (cocofibre) serta serbuk sabut (cococoir). Akan tetapi produk pokok dari sabut ialah serat sabut. Dari produk cocofibre akan menghasilan bermacam jenis derivasi produk yang faedahnya begitu mengagumkan.

Menjadi negara kepulauan serta ada di daerah tropis serta keadaan agroklimat yang memberi dukungan, Indonesia adalah negara penghasil kelapa yang penting dalam dunia. Pada tahun 2000, luas area tanaman kelapa di Indonesia sampai 3,76 juta Ha, dengan keseluruhan produksi diprediksikan sekitar 14 milyar butir kelapa, yang sejumlah besar (95 %) adalah perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai serta peranan yang terpenting baik dilihat dari segi ekonomi ataupun sosial budaya.

Sabut kelapa adalah hasil samping, serta adalah sisi yang paling besar dari buah kelapa, yakni seputar 35 % dari berat buah kelapa. Dengan begitu, jika dengan rata-rata produksi buah kelapa per tahun ialah sebesar 5,6 juta ton, jadi bermakna ada seputar 1,7 juta ton sabut kelapa yang dibuat. Kekuatan produksi sabut kelapa yang demikian besar belumlah digunakan seutuhnya untuk pekerjaan produktif yang bisa tingkatkan nilai imbuhnya.

Serat sabut kelapa, atau dalam perdagangan dunia diketahui menjadi Coco Fiber, Coir fiber, coir yarn, coir mats, serta rugs, adalah produk hasil pemrosesan sabut kelapa. Dengan tradisional serat sabut kelapa cuma digunakan untuk bahan pembuat sapu, keset, tali serta alat-alat rumah tangga lainnya. Perubahan tehnologi, karakter fisika-kimia serat, serta kesadaran customer untuk kembali pada bahan alami, membuat serat sabut kelapa digunakan jadi bahan baku industri karpet, jok serta dashboard kendaraan, kasur, bantal, serta hardboard. Serat sabut kelapa ikut digunakan untuk pengendalian erosi. Serat sabut kelapa diolah untuk jadikan Coir Fiber Sheet yang dipakai untuk susunan kursi mobil, Spring Bed dan sebagainya.

Serat sabut kelapa buat beberapa negara tetangga penghasil kelapa telah adalah komoditi export yang memasok keperluan dunia yang sekitar 75,7 ribu ton pada tahun 1990. Indonesia meskipun adalah negara penghasil kelapa paling besar dalam dunia, market share serat sabut kelapa masih tetap begitu kecil. Cenderung keperluan dunia pada serat kelapa yang bertambah serta perubahan jumlahnya serta keragaman industri di Indonesia yang punya potensi dalam memakai serat sabut kelapa menjadi bahan baku / bahan pembantu, adalah kekuatan yang besar buat peningkatan industri pemrosesan serat sabut kelapa.

Hasil samping pemrosesan serat sabut kelapa berbentuk butiran-butiran gabus sabut kelapa, diketahui dengan nama Coco Peat. Karakter fisika-kimianya yang bisa meredam kandungan air serta unsur kimia pupuk, dan bisa menetralisir keasaman tanah jadikan hasil samping ini memiliki nilai ekonomi. Coco Peat dipakai menjadi alat perkembangan tanaman hortikultur serta alat tanaman rumah kaca.

Dari segi tehnologi, pemrosesan serat sabut kelapa relatif simpel yang bisa dikerjakan oleh usaha-usaha kecil. Mengenai masalah serta permasalahan dalam peningkatan usaha kecil/menengah industri pemrosesan serat sabut kelapa ialah terbatasnya modal, akses pada info pasar serta pasar yang hanya terbatas, dan kualitas serat yang belum juga penuhi kriteria.

Dalam rencana mendukung peningkatan industri serat sabut kelapa yang mungkin ini, dibutuhkan referensi yang bisa digunakan pihak perbankan, investor dan entrepreneur kecil serta menengah hingga mempermudah semua pihak dalam menerapkan peningkatan usaha pemrosesan serat sabut kelapa ini. Hasil riset yang diatur berbentuk Lending Mode ini ditujukan untuk penuhi keperluan itu.

Serat sabut kelapa atau dalam perdagangan dunia diketahui dengan Coconut Fiber atau Coconut Coir, adalah bahan baku untuk beberapa industri, diantaranya industri karpet, dashboard serta jok untuk kendaraan, jok perlengkapan rumah tangga, matras, spring bed, paket dan tali. Karakter produk yang berbentuk heat retardant serta biodegradable, dan cenderung customer produk industri dalam pemakaian bahan alami menggerakkan penambahan keinginan pada serat sabut kelapa.

Pada tahun 1990 keperluan dunia pada serat sabut kelapa telah sampai 75,7 ribu ton serta selalu tunjukkan cenderung bertambah. Keperluan serat sabut kelapa dunia itu masih tetap didominasi oleh Srilanka, India, Malaysia, Thailand serta beberapa negara Afrika (Palungkun, 1992). Meskipun export serat sabut kelapa Indonesia tunjukkan penambahan semenjak tahun 1998, cuma beberapa kecil saja dari keperluan dunia itu yang dipasok oleh Indonesia (Tabel 3.1). Negara arah export serat sabut kelapa Indonesia ialah Inggris, Jerman, Belgia, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia serta Australia. Berdasar pada info yang didapat dari responden entrepreneur sabut kelapa, tiap-tiap bulan diprediksikan China memerlukan seputar 50.000 ton serat sabut kelapa per bulan untuk penuhi keperluan industrinya.

Kehadiran serta mengembangnya industri perlengkapan rumah tangga, terutamanya Spring Bed di Indonesia adalah pasar mungkin untuk industri serat sabut kelapa. Berdasar pada data Statistik Industri Besar serta Tengah (1998), dengan Nasional pemakaian serat sabut kelapa menjadi bahan baku terdaftar sebesar 2.123,9 ton. Dari keseluruhan keperluan bahan serat sabut kelapa yang berharga seputar Rp. 11,7 milyar, sejumlah Rp. 1,99 milyar (17,1 %) datang dari import serta dari sisi volume sebesar 2,53 % datang dari import. Jika dibanding dengan volume export serat sabut kelapa pada tahun yang sama (1998), yakni sebesar 19,1 ton (Tabel 3.1), jadi bermakna jika pasar serat kelapa masih tetap didominasi untuk keperluan domestik.

Berdasar pada hasil interviu dengan entrepreneur kecil serat sabut kelapa di Kabupaten Ciamis, semua responden mengatakan jika prospek pasar serat sabut kelapa ialah cerah. Semua responden mengatakan jika keinginan pada produk serat lumayan besar, di mana rata-rata keinginan pada produk mereka seputar 25 ton per bulan, yang semua tidak bisa dipenuhi sebab terbatasnya modal kerja serta kemampuan mesin. Diantara responden justru ada yang mengatakan terdapatnya keinginan yang tidak bisa dipenuhi sebab ketidakcocokan harga.

Kekuatan pertarungan industri serat sabut kelapa bisa dilihat dari segi pertarungan produk substitusi serta pertarungan industri semacam. Dari segi pertarungan produk substitusi, terutamanya menjadi bahan baku untuk industri jok kursi (mobil serta rumah tangga), dash board mobil, tali serta produk semacam, serat sabut kelapa melawan pertarungan dengan industri produk sintetis seperti karet busa serta plastik. Walau begitu, karakter fisika-kimia serat sabut kelapa yang spesifik serta biodegradable dan berperan menjadi heat retardant jadikan serat sabut kelapa memiliki manfaat yang spesifik yang tidak bisa digantikan oleh produk sintetis. Diluar itu kesadaran customer pada kelestarian akan lingkungan serta cenderung untuk kembali memakai produk alami, mengakibatkan serat sabut kelapa memiliki kesempatan pasar serta dapat berkompetisi dengan beberapa produk sintetis. Diluar itu karakter fisika-kimia serat sabut kelapa jadikan serat sabut kelapa punya potensi menjadi bahan baku untuk peningkatan produk industri seperti geotextile.

Dari segi pertarungan industri semacam, serat sabut kelapa Indonesia ditempatkan pada beberapa negara kompetitor yang semakin maju dalam soal tehnologi produksi serat sabut kelapa, hingga memiliki kualitas yang lebih unggul. Pertarungan itu ikut ditemui oleh sebab perubahan aplikasi tehnologi yang semakin maju dalam membuat produk industri dengan bahan baku serat sabut kelapa. Beberapa negara kompetitor Indonesia itu diantaranya ialah Srilanka, India, Thailand serta Philipina.

Dilihat dari cenderung keinginan dunia pada serat sabut kelapa yang bertambah, dan peran Indonesia yang masih tetap begitu kecil dalam perdagangan dunia, serat sabut kelapa Indonesia memiliki kelebihan komparatif (kekuatan produksi sabut kelapa) serta memiliki kesempatan yang besar. Kesempatan itu bisa dicapai dengan prasyarat terdapatnya perbaikan serta peningkatan tehnologi proses hingga membuahkan serat yang penuhi kriteria kualitas yang diharapkan pasar.
No comments:
Write komentar