Laman

Sunday, 6 May 2018

Harga Mesin Perontok Kacang Tanah Pasca Panen

Mesin Perontok Kacang Tanah Habis Panen

mesin perontok kacang tanah, harga mesin perontok kacang tanah, mesin perontok polong kacang tanah, cara membuat mesin perontok kacang tanah, cara membuat mesin perontok kacang tanah, alat perontok kacang tanah tradisional, membuat alat perontok kacang tanah, alat dangir kacang tanah, alat panen kacang tanah, mesin perontok kacang hijau, alat pemipil kacang tanah, alat pengupas kacang tanah manual.
Mesin Perontok Kacang Tanah setelah Hasil Panen Kacang
Mesin Perontok Kacang Tanah setelah Hasil Panen Kacang

 Fungsi kegunaan dari mesin perontok kacang tanah adalah merontokan kacang yang masih terikat dengan akar kacang, dengan mesin ini kacang akan dipisahkan secara otomatis tanpa harus memetiknya satu per satu. sehingga dengan mesin perontok kacang tanah ini pekerjaan akan cepat selesai dan target produksi akan tercapai.

Alat Perontok Kacang Tanah
Alat Perontok Kacang Tanah



Spesifikasi Mesin Perontok Kacang Tanah 



Tipe                                   : KM-AK01
Dimensi                             1500 x 700 x 1400 mm
Material Perontok             : Plat strip 5 mm dan As beton 13 mm
Material Tabung PerontokPlat Mild steel
Panjang tabung                 : 800 – 900 mm
Sistem sortasi                    : Vibrator Screen
Material Sortasi                 Mild Steel
Material corong                 : Mild steel tebal 1 mm
Material Screen Ayakan    : Mild Steel
Pegas                                  : 4 buah
Material Rangka                : Siku 4x4 Besi
Pengetar                             : Min 4 buah
Transmisi                           : Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                           200-300 kg/jam
Penggerak                          : Motor Bensin 5,5 HP
Roda                                  : 2 buah 



_________________________________________________________________________________

Panen kacang tanah dikerjakan jika 75% polong sudah tua. Polong kacang tanah yang telah tua diikuti dengan biji kacangnya yang sudah terisi penuh, kulit polong berwarna hitam serta jadi keras, kulit biji tipis serta gampang dikelupas, dan kandungan air biji polong turun sampai 25%, panen kacang tanah umumnya telah bisa dikerjakan pada umur 90 sd 100 hari sesudah tanam bergantung pada varietasnya. Kacang tanah yang terlambat dipanen bisa menyebabkan biji berkecambah serta polongnya gampang lepas waktu dicabut. Sedang kacang tanah yang sangat cepat dipanen akan menyebabkan polong yang dipanen mempunyai kandungan air yang tinggi hingga gampang keriput jika dikeringkan. Biji yang belumlah tua tidak baik bila dipakai menjadi benih.
Panen kacang tanah semestinya dikerjakan dengan membalik tanah di daerah seputar polong hingga polong terangkat ke atas. Pembalikan bisa dikerjakan dengan memakai cangkul, membajak, atu kultivator. Polong yang terangkat ke atas itu lalu diambil satu-satu. Panen yang dikerjakan lewat cara mencabut tanaman kurang baik dikerjakan sebab akan banyak polong yang ketinggalan di tanah. Jumlahnya polong yang ketinggalan itu bisa sampai 25% dari keseluruhan jumlahnya polong yang semestinya bisa dipanen.
Kacang tanah yang dipanen pada tanah yang gembur atau pada penanaman yang dibikin seperti bedengan semakin lebih gampang dikerjakan. Pada tempat dengan tanah yang kering, panen semakin lebih susah sebab tanah akan padat serta mengikat polong-polong di tanah. Panen pada tempat yang demikian mesti diakali melalu pengairan sesaat.
Kacang tanah yang sudah dipanen semestinya selekasnya diambil serta dijemur sampai kering. Polong muda, busuk, polong yang pecah, termakan hama, serta yang telah berkecambah mesti disortasi serta dipisahkan. Sortasi polong tidak hanya ditujukan untuk mengawasi kualitas hasil panen, pun dikerjakan untuk menahan terjadinya infeksi cendawan pembusuk pemicu aflatoxin.

PANEN DAN PASCAPANEN

2.1. Usia Panen Kacang Tanah Waktu panen bisa dipastikan berdasar pada pertimbangan usia tanaman, tingkat kemasakan fisiologis serta keadaan cuaca. Penetapan waktu panen sesuai juga dengan type atau varietas yang ditanam. Kacang tanah yang telah siap panen, daunnya mulai menguning serta rontok. Panen kacang tanah dikerjakan jika minimum 75% polong sudah tua. Usia tanaman saat polong tua tergantung pada varietasnya. Varietas unggul nasional biasanya berusia seputar 100 hari, tengah varietas local bisa dipanen pada usia seputar 90 hari (Sumarno, 1986). Untuk jadikan benih, kacang tanah dipanen waktu berusia ± 110 hari serta sejumlah besar ± 80% polongnya sudah tua. Penangguhan panen akan menyebabkan biji berkecamabah atau polong gampang lepas jika dicabut, sebalikanya bila panen sangat awal akan didapat polong dengan biji muda, hingga akan keriput jika dikeringkan. Pembumbunan tanaman pada stadia berbunga akan menyebabkan banyak polong muda saat panen. Demikian juga penyulaman, akan menyebabkan banyak tanaman berpolong muda pada saat panen. Pengeringan petakan saat mendekati polong tua bisa membuat pematangan polong lebih kostum dan kualitas biji semakin bagus. Hujan terus-terusan atau lingkungan yang lembab pada stadia pematangan polong menyebabkan kematangan polong tidak kostum (Sumarno, 1986).

2.2. Warna Polong Tua Kacang Tanah Panen kacang tanah untuk mengkonsumsi dikerjakan jika minimum 75% polong sudah tua. Pertanda polong sudah tua ialah : • Kulit polong cukup keras • Warna polong kecoklat-coklatan • Polong berisi penuh, tapi bijinya tidak terlau keras • Kulit ari biji tipis serta gampang mengelupas • Kandungan air biji sudah alami penurunan jadi kurang dari 25%. Panen kacang tanah untuk benih dikerjakan jika minimum 80% polong sudah tua yakni : • Warna polong coklat kehitam-hitaman • Kulit biji tipis serta mengkilat • Rongga polong sudah berisi penuh dengan biji. • Kulit polong cukuplah keras

2.3Cara-cara Panen Kacang Tanah Alat-alat yang dibutuhkan seperti wadah, lantai jemur, penampi, alat penyimpan dan lain-lain, sebaiknya disiapkan terlebih dulu sebelum panen dikerjakan. Semua wadah atau alat yang dipakai mesti bersih dari kotoran, hama serta penyakit, sisa-sisa tanaman. (Direktorat Perbenihan, 2002). Panen kacang tanah biasanya dikerjakan dengan manual yakni dengan mencabut tanaman. Pencabutan dikerjakan dengan berhati-hati supaya sedikit polong yang ketinggalan. Kehilangan hasil sebab tertinggalnya polong dalam tanah bisa sampai 25% (Sumarno, 1986). Untuk menangani terbuangnya hasil panenan karena pencabutan, semestinya sebelum dikerjakan pencabutan, tanah yang kering diairi terlebih dulu supaya jadi lunak (Budi Santoso, 1998). Langkah panen itu walau membutuhkan banyak tenaga serta waktu, akan tetapi dapat membuahkan kualitas biji yang lebih baik sebab bisa terlepas dari rusaknya mekanis (Lisdiana Fachruddin, 2000). Pertanaman kacang tanah pada tanah yang gembur akan mempermudah dalam pemanenan. Pembuatan bedengan dapat juga memudahkan panen sebab tanah tetap akan gembur. Panen yang dikerjakan dengan pencabutan batang untuk batang, jadi panenan akan berbentuk brangkasan yang terdiri atas polong, akar, batang, serta daun. Produk penting kacang tanah ialah polongnya, sedang sisa-sisa yang lain bisa jadikan pakan ternak atau dibikin pupuk kompos. Panen kacang tanah dengan mesin dikerjakan 2 step. Step pertama ialah mencabut tanaman serta membalikkannya, hingga dari tanaman yang sudah dicabut, polong-polongnya terdapat diatas. Arah mengubah tanaman ini ialah supaya polong jadi kering. Step ke-2 ialah pemipilan polong jika biji sudah cukup kering dengan kandungan air 9-10%, oleh mesin combine. Biji yang keluar dari mesin combine sudah bersih dari kotoran. Pemanenan kacang tanah dengan mesin yang demikian, banyak dikerjakan oleh kacang tanah di Amerika Serikat serta Australia (Sumarno, 1986). MEKANIS Mesin panen kacang tanah Pada mesin pemanen kacang tanah contohnya, pemanenan dikerjakan dalam 2 tingkat.Pemanenan tingkat pertama ialah memanen semua tanaman kacang tanah bersama dengan polongnya diangkat dengan memakai beberapa disc coulter. TRADISIONAL Pacul (Cangkul) ialah salah satunya alat pertanian tradisionil yang inti. Fungsinya untuk mencangkul tanah, hingga tempat tanah yang sebelumnya di bawah jadi diatas, atau membalik tanah. Biasanya, keadaan tanah setelah dipakai dari pertama tanam sampai waktu panen tidak subur kembali. Tanahnya jadi keras, kering serta kehabisan O2. supaya tanah jadi subur kembali serta siap ditanam kembali, tanah mesti di proses. Mengolahnya lewat cara dicangkul, di balik supaya tanah memperoleh O2, digemburkan digabung dengan rabuk alami, hingga siap ditanami tanaman baru sama dengan musimnya.

2.4. Perontokan serta Pembersihan Kacang Tanah Perontokan bisa dikerjakan dengan manual dengan tangan atau mungkin dengan memakai perontok type pedal. Akan tetapi, benih dari polong yang dirontokkan dengan perontok type pedal, daya tumbuhnya menyusut dari 82,2% menajdi 76,3%. Oleh karenanya, semestinya perontok type pedal cuma dipakai untuk merontokkan polong mengkonsumsi. (Lisdiana Fachruddin, 2000). Perontokan buah kacang dari batangnya bisa dikerjakan diladang atau di tempat yang teduh tidak jauh dari ladang dengan begitu pekerjaan bisa dikerjakan lebih cermat, buah yang betul-betul penuh berisi sekaligus juga bisa dipisahkan dari buah yang kurang berisi serta belumlah berisi. Perontokan semestinya dikerjakan dengan tangan tiada atau memakai pisau hingga bisa tercegah dari kerusakan-kerusakan. Langkah yang jelek yang sampai saat ini masih tetap seringkali dikerjakan yakni lewat cara membanting atau memukul-mukulkannya pada balok kayu. (Kartasapoetra, 1994). Untuk memperoleh polong yang bersih, polong sebaiknya dicuci dengan air hingga warnanya jadi cerah. Polong dimasukkan dalam bakul dan dimasukkan dalam bak air. Dengan langkah tersebut, polong sekaligus juga bisa dicuci serta ditiriskan. (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). Biasanya ada dua type mesin untuk memisahkan kacang tanah dari batangya. Mesin itu diklasifikasikan menurut type gigi yang dipakai pada silinder serta diberi nama perontok (thresher) serta pemetik (picker). Perontok mempunyai gigi lurus biasa sama dengan yang dipakai pada perontok padi-padian, terkecuali bila gigi-gigi itu lebih berjauhan pada batang silinder serta batang cekung. Pemetik memiliki gigi pegas baik pada batang silinder ataupun batang cekung. Mesin Pengupas Kulit kacang tanah ini berperan mengupas kulit kacang tanah. Kacang mesti dikeringkan dengan dijemur terlebih dulu sebelum diolah dengan mesin ini

2.5. Pengeringan Kacang Tanah Pengeringan bisa dikerjakan dengan 2 langkah yakni:  Pengeringan dengan alami Pengeringan dengan alami bisa dilkuakn dengan pertolongan cahaya matahari, yang umumnya dikerjakan pada musim kemarau. Pengeringan bisa dikerjakan diatas lantai semen atau di atas tanah dengan terlebih dulu dikasih pengalas lembaran anyaman bambu atau plastic, yang tempatnya sangat mungkin untuk memperoleh banyak panas cahaya matahari. Biasanya pengeringan dikerjakan 7-10 hari, dengan lakukan pembalikan dengan teratur supaya keringnya bisa rata. Pengeringan sampai kandungan kurang dari 9% dikerjakan untuk menahan kerancuan jamur Aspergillus flavus. (Lisdiana Fachruddin, 2000).  Pengeringan dengan mekanis Pengeringan bisa dikerjakan dengan memakai Batch Dryer, dalam perihal ini temperature yang digunakan seputar 35-45 oC serta kelembapan hawa pengering seputar 55%, jika temperatur pengering sangat tinggi bisa menyebabkan rusaknya (ringkih, gampang pecah, kulit biji gampang terkelupas pada saat perontokan dan sebagainya) (Kartasapoetra, 1994). Pengeringan polong dikerjakan sampai beratnya stabil. Berat yang stabil mengisyaratkan tingkat kandungan air kesetimbangan sudah terwujud. Untuk benih pengeringan dikerjakan sampai mendapatkan kandungan air 10-11% (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). BATCH DRYER Perlengkapan unson Batch Rotary ialah begitu efisien untuk pengeringan, pendinginan atau melembabkan bahan padat massal, berdiri sendiri atau dalam gabungan dengan, operasi pencampuran. Mesin rotary bisa dikonfigurasi untuk “langsung” pendinginan pengeringan, atau pelembab, atau “tidak langsung” pengeringan atau pendinginan. Langsung pengering, pendingin serta pelembab diperlengkapi dengan parasut konsumsi bahan dikonfigurasi dengan port untuk arah mengenalkan panas, hawa dingin atau lembab langsung ke batch. Parasut itu digeser keluar dari mesin, yang sangat mungkin akses tidak hanya terbatas ke sisi dalam kapal untuk cepat, Washdown menyeluruh.

2.6. Sortasi Kacang Tanah Sesudah kering, polong kacang tanah dibikin bersih dari tanah serta kotoran yang lain, lalu dikerjakan sortasi. Arah sortasi ialah memisahkan polong-polong tua berisi dari polong yang kurang berisi atau sakit (Budi Santoso, 1998). Pemilahan dengan tangan dikerjakan memakai alat tetapi. Dalam pilih polong kacang tanah tidak bisa didasarkan pada jumlahnya biji dalam polong sebab polong kacang tanah ada yang berbiji satu, dua atau tiga. Berarti varietas spesifik tidak selamanya kostum jumlahnya bijinya (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). Rendemen polong jadi biji tergantung pada banyak hal, diantaranya varietas, tingkat kekeringan, kualitas polong, ketuaan polong serta kesehatan polong (ada tidaknya hama penyakit pada pertanaman). Polong bernas memiliki rendemen seputar 75%, tapi polong yang tidak bernas rendemennya cuma seputar 40% (Sumarno, 1986). Langkah memperbedakan satu varietas dengan varietas lainnya pada polong kacang tanah yaitu dengan memerhatikan ukuran, bentuk serta urat atau anyaman pada kulit polong (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). Pada benih untuk memisah polong yang bernas serta polong yang tidak bernas, bisa dipakai alat specific gravity separator. Dengan alat itu, benih-benih tidak bernas akan dibuang ke tempat yang berlainan (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). Untuk mendapatkan benih kacang tanah bersertifikat mesti lewat proses pengujian di laboratorium pengujian kualitas benih. Manfaat serta Kelebihan: 1. Memisahkan biji kacang tanah berdasar pada ukuran diameter (8,7, 6 serta di bawah 6 mm). 2. Dapat lakukan pembelahan biji kacang dalam 4 grade dengan efisiensi 85%. 3. Gampang dioperasikan, mudah serta gampang dipindahkan

2.7. Penyimpanan Kacang Tanah Penyimpanan kacang tanah bisa berbentuk polong atau biji. Penyimpana polong kacang tanah umumnya dikerjakan untuk menaruh biji atau untuk menanti waktu penjualan yang pas. Polong kacang tanah yang cukup sudah kering dengan kandungan air < 9 persen, bisa dimasukkan ke karung goni serta disimpan dalam ruangan yang sejuk serta kering dengan suhu 27 oC, kelembapan nisbi 70 persen (Lisdiana Fachruddin, 2000). Diupayakan supaya tidak berlangsung kontak langsung dengan dinding serta lantai. Kandungan air dalam biji kacang tunjukkan jumlahnya air yang terdapat dalam biji. Kandungan air kacang tanah bisa di pengaruhi oleh kelembapan ruang tempat menaruh biji kacang itu. Penyimpanan berbentuk biji lebih awet kering dibanding berbentuk polong. Biasanya kelembapan hawa gudang di Indonesia ialah pada 80-90%, hingga kandungan air biji kacang akan sekitar pada 10-15%, atau seputar 15-21% jika disimpan berbentuk polong. Kerugian menaruh berbentuk biji ialah gampang terserang hama gudang. (Sumarno, 1986). Dalam taraf besar penyimpanan bisa dikerjakan dengan skema curah atau memakai bak. Langkah lainnya yang lebih efisien yaitu dengan pemberian 15% gas CO2 ke drum tertutup yang berisi biji kacang tanah yang berkadar air 6,7-9,6%. Lewat cara penyimpana itu, biji kacang tanah bisa bertahan saat 6 bulan (Lisdiana Fachruddin, 2000). Benih kacang tanah lebih baik disimpan berbentuk polong, supaya daya tumbuh tidak cepat alami penurunan. Kandungan air yang aman untuk penyimpanan benih berbentuk polong yakni 10-11% (Baran Wirawan serta Sri Wahyuni, 2002). Polong dengan biji yang sudah kering dimasukkan dalam karung, serta disimpan dalam ruangan yang kering. Karung berisi benih janganlah ditumpuk langsung diatas lantai, tetapi dikasih alas papan. Penyimpanan benih untuk 2-3 bulan bisa dikerjakan berbentuk biji kering yang disimpan dalam kaleng-kaleng yang tertutup rapat. Benih kacang tanah dalam polong bisa disimpan dengan daya tumbuh masih baik saat 8 bulan. Jika ruang penyimpanan bersuhu rendah (10-18 oC) bisa bertahan sampai 12 bulan. (Sumarno, 1986).

III. KESIMPULAN

Usia panen untuk kacang tanah varietas unggul nasional biasanya berusia seputar 100 hari, sedang varietas lokal bisa dipanen pada usia seputar 90 hari. Panen pada tanaman kacang-kacangan dikerjakan jika polong telah terlihat tua, yang bisa disaksikan dari warna polongnya. Untuk tanaman kacang tanah warna polong jadi coklat kehitam-hitaman. Langkah lakukan pemanenan pada tanaman kacang-kacangan biasanya dikerjakan dengan manual. Sama dengan tanaman kacang tanah lewat cara mencabut tanaman, akan tetapi dapatlah memakai mesin. Perlakuan saat panen yang umum dikerjakan pada tanaman kacang-kacangan ialah perontokan, pembersihan, pengeringan, sortasi serta penyimpanan. Perontokan pada tanaman kacang-kacangan dilkukan untuk memperoleh polong atau biji. Langkah perontokan ini bisa dikerjakan lewat cara tradisionil yakni dengan memukul-mukul brangkasan yang sudah kering dengan alat dari kayu sampai biji lepas dari polongnya. Langkah lainnya yaitu dengan memakai mesin perontok. Lalu polong atau biji dibikin bersih. Pengeringan dikerjakan untuk turunkan kandungan air hingga awet saat penyimpanan. Langkah pengeringan pada biji kacang-kacangan bisa dikerjakan lewat cara alami yakni dengan pertolongan cahaya matahari atau dengan mekanis memakai mesin pengering. Sortasi pada biji kacang-kacngan bisa dikerjakan lewat cara ditampi, yang mempunyai tujuan untuk memisahkan biji kacang-kacangan dari varietas lainnya, biji yang rusak, biji yang diserang hama serta penyakit, biji yang bentuk serta warnanya berlainan dan dari bekas kotoran. Penyimpanan kacang tanah bisa berbentuk polong atau biji, Beberapa faktor yang perlu dilihat dalam penyimpanan ialah kelembapan serta suhu dari area untuk menyimpan. Untuk perpanjang daya taruh, kandungan air biji mesti dipertahankan.. Pada kacang tanah kadr airnya < 9%.
No comments:
Write komentar