Laman

Monday, 7 May 2018

Jual Mesin Penghancur Kayu / Chipper

Jual Mesin Penghancur Kayu / Chipper

harga mesin penepung kayu, harga mesin penghancur kayu murah, jual mesin penghancur kayu bekas, jual mesin penghancur kayu chipper, harga mesin penghancur kayu menjadi serbuk, harga mesin penghancur serbuk kayu, harga mesin pembuat serbuk kayu, mesin penepung serbuk kayu, mesin penghancur kayu, mesin penghancur kayu jadi serbuk, mesin penghancur kayu video, mesin penghancur kayu murah, mesin penghancur kayu gaharu, mesin penghancur kayu menjadi serbuk, mesin penghancur kayu manis, mesin penghancur kayu besar, mesin penghancur batang kayu, mesin penghancur kayu kapasitas besar, cara buat mesin penghancur kayu, cara bikin mesin penghancur kayu, mesin pencacah kayu gaharu, mesin pencacah kayu harga, jual mesin penghancur kayu, cara kerja mesin penghancur kayu, mesin pencacah kayu mini, mesin pencacah kayu manis, membuat mesin penghancur kayu, nama mesin penghancur kayu, harga mesin penghancur serbuk kayu, mesin pencacah ubi kayu.
Mesin Penghancur Kayu
Mesin Penghancur Kayu




FUNGSI : 
MENGHANCURKAN KAYU MENJADI BENTUK CHIPS ATAU BAGIAN YANG LEBIH KECIL AGAR MUDAH DIOLAH MEJADI TEPUNG KAYU.





alat penghancur kayu
ALAT PENGHANCUR KAYU




_________________________________________________________________________________

Kualitas kayu yang dibuat dari Pulau Kalimantan nyatanya tidak kalah kuat jika dibanding kayu jati yang dibuat dari rimba Pulau Jawa serta Sumatera. Bahkan juga kualitas kayu rimba Kalimantan diketahui kuat serta bertahan lama. Produksi kayu di Pulau Kalimantan didominasi oleh kayu type meranti. Kayu meranti di Pulau Kalimantan biasanya terdiri jadi dua yakni meranti merah (MM) serta meranti kuning (MK). Bukan sekedar meranti, Rimba Kalimantan ikut membuahkan kayu yang begitu kuat serta keras seperti beton yang diketahui dengan nama kayu bengkirang (BKR). Lantas ada type kayu lainnya yakni kayu kapur serta kruwing.
"Keperluan pasar sekarang ini berlainan ada type kayu tanggelam yang begitu kuat seperti kayu bangkirai. Bangkirai itu lebih kuat dibanding meranti. Harga nya juga begitu beragam. Spesial kayu meranti, harga kayu type batangan (log) dihargai rata-rata Rp 1,2 juta/mtr. kubik. Sedang untuk kayu bangkirai tambah lebih mahal dengan rata-rata harga Rp 1,7 juta/mtr. kubik.
"Harga nya cukup lebih. Spesial bangkirai rate harga nya Rp 1,7 juta/kubik, komoditi ini sedikit susah. Meranti cuma Rp 1,2 juta/kubik. Keseluruhan produksi bangkirai di PT SLJ IV ialah 1.000 sampai 2.000 mtr. kubik/tahun dari keseluruhan produksi perusahaan kami sekitar 17.000 sampai 18.000 mtr. kubik/tahun," imbuhnya. Keinginan kayu bangkirai sempat melonjak di tahun 2006 sampai 2007. Tapi sebab susah didapatnya kayu ini, PT SLJ IV tidak berani untuk memberi waiting daftar pada partner usaha. Lebih detail keseluruhan produksi PT SLJ IV untuk kayu meranti per tahun sebesar 60%. Sedang 10% untuk kayu bangkirai, 10% kayu kapur, 10% kayu kruwing serta 10% kayu kombinasi.
"Tujuan Gagasan Kerja Tahunan (RKT) nya juga yang disahkan itu pohon bangkirai ini tidaklah terlalu banyak. Bangkirai untuk kepentingan bangunan seperti pintu serta jendela. Jati semakin bagus tapi tidak berada di Kalimantan. Keinginan bangkirai mulai melonjak semenjak tahun 2006-2007. Bangkirai ini sedikit susah didapat," tuturnya.

Type kayu Indonesia yang butuh kita kenali


Perlu material kayu untuk mebel, bangunan, produk atau kerajinan, tidak salah kembali Indonesia ialah gudang dari beberapa kayu-kayu yang kelasnya mendunia. Iklim serta tanah nya yang memberi dukungan untuk tumbuh suburnya beberapa vegetasi menyiapkan banyak variasi kayu kuat serta berurat bagus. Kita seringkali dengar mengenai kekayaan alam ini dengan turun temurun. Sebenarnya exploitasi kayu di Indonesia telah berjalan bahkan juga jauh sebelum kemerdekaan. Hingga sekarang ini tersisa lahan-lahan yang sekarang telah rusak karena kayu nya telah dijarah. Meski begitu ada banyak kayu-kayu yang sekarang ini masih tetap bisa kita dapatkan karena selalu dibudidayakan atau distribusinya dikontrol oleh pemerintah lewat peraturan-peraturan yang ketat, kayu-kayu itu dipakai oleh penduduk untuk beberapa kepentingan serta beberapa bisa kita beli ditoko material kayu di beberapa tempat. Berikut 16 Type kayu Indonesia yang butuh kita kenali yang mungkin seringkali ada di sekitar kamu ;

1. Jati
kayu-jati-di-banjarmasinSiapa orang Indonesia yang belum pernah dengar nama Kayu Jati? Type Kayu Indonesia yang mempunyai predikat kayu kuat ini seringkali jadi patokan bahan kayu yang berkualitas buat beberapa orang. Kayu yang mempunyai warna umum coklat ini mempunyai urat bewarna coklat gelap. Jarak pada satu dengan yang lain dikit jarang. Kayu Jati sebetulnya dibawa ke Indonesia seputar tahun 1800 oleh Belanda ke Indonesia. Tumbuh subur di sejumlah daerah panas di pulau Jawa, dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Kayu Jati yang berkualitas tinggi umumnya di suplai oleh daerah yang mempunyai temperatur panas serta tanah yang berkapur seperti di Jawa Tengah.
Kayu Jati populer akan kemampuan serta kepadatannya, yang memengaruhi durabilitas kayu ini. Minyak di dalam Kayu Jati dipandang membuat jadi lebih tahan rayap. Diluar itu pori-porinya yang kecil mengakibatkan kayu ini bisa di finishing begitu halus. Kepadatan Kayu Jati membuat jadi kayu favorite untuk dibikin ukiran.
Kayu jati mempunyai kekerasan pada 630-720 Kgs/M3
Kayu Jati sekarang ini ikut seringkali dicari bekas-nya untuk membuahkan produk terkesan rustic. Dengan beberapa ciri-ciri yang dijelaskan barusan Kayu Jati begitu pas untuk di buat jadi mebel berkualitas serta bahan bahan ukiran.

2. Meranti

Kayu Meranti atau seringkali ikut dimaksud Kayu Kalimantan adalah kayu yang seringkali dipakai untuk bikin kusen, mebel serta panel. Mendapatkan julukan Kayu Kalimantan karena walau bisa tumbuh di beberapa daerah di Indonesia menjadi negara tropis, Kayu Meranti tumbuh terbaik di daerah Kalimantan. Batang Kayu Meranti bisa tumbuh sampai 70 mtr. dengan diameter dapat sampai 4 mtr. lebih. Kayu Meranti yang bahasa latinnya Mahoni Philipina seringkali kita jumpai berwarna coklat kemerahan serta tiada urat (grain), di jual di toko material menjadi papan atau kaso.
Kayu Meranti mempunyai tingkat kekerasan pada 580-770 Kgs/m
Tidak hanya menjadi bahan bangunan serta mebel, Kayu Meranti dapat juga di buat jadi Pulp untuk kertas serta buah Tangkawang dari beberapa macam Meranti bisa jadikan bahan baku untuk kosmetik.
Berdasar pada karakter dari Kayu Meranti, Kayu ini lebih pas dipakai untuk bahan bangunan atau mebel yang finishingnya memakai cat.

3. Merbau

Kayu yang datang dari Maluku serta Papua ini adalah type kayu Indonesia yang keras serta mempunyai julukan menjadi Kayu Besi. Kayu Merbau sudah jadi primadona lokal serta eksport lama karena mutunya yang superior. Kayu Merbau berwarna coklat abu gelap atau merah coklat gelap dengan arah serat yang hampir lurus. Kayu ini bisa tumbuh menjulang sampai 50 mtr. dengan diameter sampai 2 mtr.. Karena kekerasan serta durabilitasnya, Kayu Merbau banyak jadikan menjadi parkit untuk lantai, tiang bangunan, bak truk sampai dipakai menjadi bahan konstruksi jembatan. Sekarang ini harga Kayu Merbau cukuplah berkompetisi di harga Kayu Jati.
Ketahanan Kayu Merbau yang tinggi dapat juga diterapkan menjadi material konstruksi laut. Dalam pengolahannya, Merbau tidak susah untuk dipotong serta di finishing, tetapi cukuplah susah untuk dibubut serta di paku karena walau keras mempunyai karakter getas karena serat-seratnya yang pendek.
Dengan karakteristiknya itu, Kayu Merbau bisa jadikan andalan menjadi bahan bangunan serta konstruksi.

4. Albasia
sengon1Kayu Sengon atau Albasia adalah type kayu Indonesia yang ciri khas daerah tropis serta bisa dengan gampang didapati di beberapa toko material berbentuk kaso atau papan. Kayu Albasia termasuk juga kayu yang lunak serta susah untuk langsung di finishing, ciri-khasnya yang berbulu serta berpori-pori besar serta gampang patah membuat Kayu ini tidak bisa langsung jadikan material pembuat produk. Meski begitu keinginan Albasia yang bertambah dari tahun ketahun memberi bukti jika pemakaian serta faedah yang diakui produsen atas kayu ini pula makin luas. Sebenarnya kayu yang gampang untuk di oleh ini dipakai menjadi bahan penting pembuatan kayu olahan seperti triplex serta blockboard, stick ice krim, pensil, korek api sampai bahan baku untuk kertas.
Papan serta balok Kayu Albasia seringkali kita dapatkan jadi material bangunan penyangga serta sesaat, dipakai untuk packing pada shipping atau pallet untuk barang. Warna nya putih kotor bercampur coklat tampa urat, berpori-pori besar serta lunak.

5. Cendana

Wangi, itu kesan-kesan pertama yang anda temukan pada kayu Cendana. Type kayu Indonesia yang seringkali dipakai menjadi bahan baku dupa serta beberapa produk kerajinan ini sebetulnya bukan adalah kelompok pohon yang tinggi bahkan juga dapat dikatakan sebagai parasit. Pohon Cendana cuma tumbuh sampai 15 mtr. dengan diameter batang cuma 30 cm, susah dibudidayakan serta memerlukan waktu yang lumayan lama agar bisa dipanen akan tetapi begitu disukai dipasaran jadikan kayu ini relatif cukuplah mahal, bahkan juga di jual dengan ukuran kg. di Indonesia Kayu Cendana putih bisa tumbuh subur di daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) serta sudah jadi komoditas eksport lama.
Kayu Cendana yang dirubah jadi produk kerajinan serta mebel semestinya tidak di coating, tetapi malah dilewatkan polos supaya wangi dari Kayu Cendana ini bisa di nikmati waktu berhubungan dengan produk itu. Kayu ini begitu baik serta kuat untuk jadikan mebel serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi baik di dalam ataupun di luar negeri.

6. Ulin

Kayu Ulin adalah salah satunya type kayu Indonesia yang bisa jadikan menjadi material pembuat kapal yang datang dari Kalimantan serta Sumatra sisi selatan. Kayu Ulin bisa tumbuh sampai 50cm dengan diameter sampai lebih dari 1 mtr.. Kayu Ulin populer begitu tahan pergantian suhu, kelembapan, tidak gampang dikonsumsi rayap serta dampak air karena berbentuk berat serta keras.
Kayu Ulin bisa digunakan untuk beberapa kepentingan terpenting konstruksi. Di daerah tempat ditemukannya banyak Kayu Ulin yakni Kalimantan, kayu ini semenjak jaman dulu dipakai menjadi bahan pembuat rumah panggung buat masyarakat lokal. Diluar itu Kayu Ulin ikut seringkali digunakan oleh masyarakat lokal untuk dipakai menjadi bahan kerajinan seperti patung sampai perhiasan. Kayu Ulin termasuk juga Kelas Kuat I serta Kelas Awet I dengan berat type 1.04.

7. Eboni

Kayu yang mempunyai nama latin Diospyros Celebica ini, sekarang cukup sudah langka. Kombinasi warna hitam serta coklat dengan urat yang kontras pada type kayu Indonesia yang populer dengan nama Macassar Ebony serta Black Ebony ini membuat jadi kayu yang begitu dicari oleh bangsa Jepang, Eropa serta Amerika. Pekerjaan eksport kayu ini sampai puncaknya pada tahun 1973 dengan jumlahnya sampai 26.000 m3 serta selalu alami penurunan sampai sekarang diputuskan oleh IUCN serta 2000 WCN (World Conservation Union) Red Daftar of Threatened Species menjadi kayu yang dilindungi.
Pohon Kayu Eboni bisa tumbuh sampai 40m dengan diameter sampai 1 mtr. serta adalah kayu kelas awet 1 serta kelas kuat 1 dengan berat type rata-rata 1.05 (0.90-1.14), dengan berat type ini kayu Eboni termasuk berat serta tidak bisa mengapung di air.
Kayu dengan urat yang eksotis ini sering jadikan bahan baku pembuatan alat musik seperti gitar, piano sampai biola. Kayu ini pula dipakai menjadi tongkat, ukir-ukiran, patung dan perhiasan.

8. Trembesi

Beberapa waktu lalu, satu perusahaan rokok membuat program CSR dengan penanaman beberapa ribu bibit pohon Trembesi, faktanya pohon Trembesi adalah salah satunya type pohon yang bisa menyerap sampai 28.5 ton gas CO2. Tidak hanya faedahnya menjadi penyerap gas CO2 yang baik, Kayu Trembesi sekarang ikut makin disukai oleh pasar lokal serta Asia untuk jadikan bahan baku furniture, ukiran serta patung. Perihal ini dikarenakan oleh urat Kayu yang dipunyai Kayu Trembesi yang menarik.
Kayu Trembesi gampang tumbuh di beberapa daerah Tropis serta curah hujan yang tinggi dari mulai Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku sampai Nusa Tenggara. Kayu Trembesi bisa tumbuh sampai sampai 40m dengan diameter sampai 4.5 mtr.. Kayu Trembesi yang dimaksud Kayu Meh di daerah Jawa yang bermakna “hampir mirip Kayu Jati ini seringkali dirubah jadi mebel indoor yang tebal-tebal serta lebar sampai 1.5meter, perihal ini disebabakan kekuatannya yang kurang serta cukuplah lentur hingga pemrosesan kayu ini lebih cenderung dipotong semakin besar. Kepadatan atau Density Kayu Trembesi yang kurang membuat kurang pas jadikan bahan baku mebel outdoor. Tidak hanya jadi bahan baku Mebel, Kayu Trembesi ikut seringkali dipakai menjadi bahan pembuat veneer.
Kayu Trembesi mempunyai berat type 0.60 dengan tingkat keawetan kelas IV serta Kelas Kuat III. Pohon Kayu. Kayu Trembesi kurang awet karena membuahkan minyak kayu yang membuat tahan pada serangan rayap lebih dikit dibanding dengan Kayu Jati.

9. Bangkirai
reywoodindonesia_woodtypes_Kayu-Bengkirai_002Kayu yang mempunyai nama lainnya Yellow Balau atau Balau ini banyak diketemukan di Indonesia, Malaysia serta Filipina. Di Indonesia, Kayu ini banyak dipasok dari rimba Kalimantan. Kayu Bangkirai bisa tumbuh sampai 40 mtr. dengan diameter sampai 120 cm. Kayu ini bewarna kuning kecoklatan dengan kekerasan pada 880-990 kg/m3 sampai 1050 kg/m3 pada kekeringan 12%. Pada suhu normal Kayu Bangkirai bisa kering dalam tempo 12 sampai 1 bulan. Ikatan antar serat yang kuat serta gampang di proses jadikan kayu ini pas untuk decking, outdoor mebel, serta beberapa kepentingan konstruksi yang lain akan tetapi pada beberapa macam bangkirai seratnya condong gampang terbuka dam gampang melintir hingga tidak dianjurkan dipakai pada konstruksi yang memerlukan stabilitas tinggi.
Kayu Bangkirai cukuplah populer di dunia perkayuan dengan tingkat keawetan dari kelas I sampai kelas III serta Kelas Kuat I serta II. Kayu Bangkirai mempunyai berat type rata-rata 0.91.

10. Kamper
jual-kayu-kamper-singkil-oven-pd-harapan-bersamaDahulu saat pemakaian getah beberapa macam Kayu Kamper jadi kapur barus adalah pekerjaan usaha primadona yang membuat Sumatera jadi populer. Pemakaian kapur barus bisa didapati pada buku History of Sumatera (1783) yang ditulis oleh William Marsden, Kimiya’Al-‘Ltr (Era ke-9) yang ditulis oleh Al-Kindi serta Actius dari Amida (502-578) dan beberapa tulisan yang lain yang mempropagandakan pemakaian kamper/kapur barus. Bahkan juga dijelaskan juga jika pada era ke 2 masehi ada bandar dagang yang populer jual kapur barus bernama Barosai. Sekarang pemakaian kapur barus makin meluas serta dibikin juga sintetisnya dengan terpentin. Tidak hanya wangi, kapur barus ikut dipakai untuk mengawetkan mayat serta tidak disenangi oleh hama. Demikian juga kayu kamper, kayu ini termasuk juga kayu yang tahan hama hingga banyak disukai beberapa orang.
Kayu Kamper berwarna coklat muda sampai coklat kemerahan serta hampir serupa dengan Kayu Mahoni. Kayu Kamper termasuk juga Kayu berkualitas awet II, III dengan kelas kuat I serta II, Walau Kamper bisa didapati di beberapa daerah, Kayu Kamper yang datang dari Samarinda populer halus dibanding dengan daerah yang lainnya. Tidak hanya Kamper Samarinda, dipasaran juga dikenal Kamper Singkil, Kamper Kapur serta Kamper Banjar.

11. Sonokeling

Inilah Rosewood-nya Indonesia, Sonokeling, Sonobrit, Sonosungu atau Sanakeling adalah kayu yang mempunyai corak yang indah, bewarna coklat gelap dengan alur-alur berwarna hitam membuat kayu ini tampak begitu eksotis. Pohon Kayu Sonokeling bisa tumbuh sampai 40 mtr. dengan diameter sampai 2 mtr.. Pohon ini bisa didapati di daerah Jawa Tengah serta Jawa Timur terpenting didaerah-daerah yang berbatu serta cukup kering.
Kayu Sonokeling digunakan untuk bikin beberapa type produk, dari mulai mebel, alat musik, sampai alat-alat olah raga. Dengan Berat type 0.77-0.86 dengan kandungan air 15%, Kayu ini termasuk juga kayu indah kelas 1, kelas awet I serta kelas kuat II. Karena Sonokeling termasuk juga kayu keras, jadi kayu ini dahulunya seringkali dipakai menjadi bahan konstruksi serta bahan pembuat kusen-kusen elegan yang kuat. Kayu Sonokeling yang mempunyai kandungan air yang rendah dan cukuplah membuahkan minyak kayu ikut populer tahan akan serangan rayap serta jamur pembusuk kayu.

12. Sungkai

Kayu berwarna jelas ini adalah material Kayu yang seringkali dipakai oleh pengrajin untuk bikin mebel indoor. Kayu Sungkai ikut di proses oleh industri jadi veneer yang warna serta coraknya banyak disukai oleh pasar. Dengan corak Kayu kombinasi antre warna kuning, coklat muda serta kuning sesudah kuning, Kayu Sungkai bisa menegaskan kesan-kesan fresh serta compact pada mebel indoor.
Dipasaran harga Kayu Sungkai tuturnya tambah murah di banding harga Kayu Jati atau Sonokeling, oleh karena itu pemakaiannya ikut lebih luas dibanding Kayu Jati, Sonokeling atau Ulin yang kelasnya tambah tinggi. Dari sisi kualitas, walau coraknya cukuplah menarik, kayu ini cuma termasuk juga kayu Kelas Kuat II serta III serta Kelas Awet II serta III juga. Massa type serta berat Kayu Sungkai ditambah lagi bila sudah lewat proses Kiln atau pengeringan semakin lebih berat dikit di banding Kayu Pinus, Oleh karena itu, pemakaiannya dianjurkan bukan untuk kepentingan outdoor terkecuali dengan treatment spesial.


13. Kelapa

Di beberapa belahan dunia, kayu kelapa sudah dipakai menjadi material untuk beberapa kepentingan karena keberlimpahannya di alam. Dari mulai kerajinan sampai mebel, Kayu Kelapa jadi Kayu yang hampir kebanyakan orang ketahui. Kayu Kelapa sudah dipakai menjadi tiang-tiang bangunan sampai jembatan karena kekuatannya. Kayu ini mempunyai corak yang unik, kombinasi coklat tua serta coklat muda yang kontras yang berupa lurus-lurus. Serat-serat kayu kelapa cukuplah pendek hingga pada papan olahan dari kayu kelapa tampak seperti goresan-goresan pendek. Serat berwarna gelap adalah serat yang lebih keras dibanding serat yang lebih jelas.
Kayu Kelapa termasuk kayu Kelas Kuat II serta III dengan berat type dari 0,5 sampai 0,9 bergantung usia dari pohon itu. Densitas Kayu Kelapa rata-rata 400 kg/m3 dengan diameter batang sampai 50cm serta hampir lurus keatas.
Salah satunya produk akhir dari Kayu Kelapa yang sekarang ini jadi produk andalan export ialah parket Kayu Kelapa. Parket Kayu Kelapa sekarang ini jadi primadona dipasar Eropa karena jadi salah satunya produk olahan Kayu yang mendapatkan predikat Eco Labelling.
Kayu ini bisa di proses dengan baik memakai mesin-mesin akan tetapi susah untuk dikasih bahan pengawet karena termasuk juga kayu yang padat. Kayu Sonokeling semenjak tahun 1998 dicatat menjadi kayu yang dilindungi karena telah terancam punah. Oleh karena itu bijak memakainya serta memakainya dengan efisien serta efektif ialah kewajiban buat pemakai nya.

14. Mahoni

Perlu kayu untuk di bengkok-kan (bend) serta dapat tahan lama berbentuk spesifik dan begitu baik difinishing duco atau alami jadi Kayu Mahoni adalah kayu yang pas. Baik dengan vertikal ataupun dengan horizontal Kayu Mahoni lumayan baik dalam uji tekan hingga bisa diterapkan penggergajian dari beberapa arah dengan baik. Karena kayu ini lebih lunak dibanding Kayu Jati, Kayu ini cukuplah gampang untuk di ukir serta dibuat seperti keinginan.
Kayu Mahoni cukuplah tahan pada serangan hama kayu. Saat diolah seperti pemotongan atau dipaku tidak gampang retak, serta cukuplah gampang untuk diampelas. Kayu ini tahan pada keretakan waktu di steam pada proses pembengkokan. Kayu Mahoni mempunyai ciri fisik berwarna merah di bagian dalamnya, berpori-pori kecil serta plain (coraknya tidaklah terlalu terlihat).
Pohon Kayu Mahoni bisa dipanen pada usia 7 sampai 15 tahun, serta bisa tumbuh dengan baik di daerah tropis. Pemakaian Kayu Mahoni cukuplah luas karena kemampuan serta ketersediaanya yang cukuplah banyak hingga banyak dipakai di dunia konstruksi serta pertukangan. Pohon Kayu Mahoni bisa tumbuh sampai berdiameter 125cm dengan tinggi 35-45 m. Pohon ini seringkali ditanam di tepi jalan karena ditengari bisa kurangi polusi hawa sampai 69% serta menolong penangkapan air dan berdaun lebat hingga jadi peneduh di tepi jalan.

15. Kayu Aren

Orang yang sakti serta miliki pengetahuan kebal, bila ditusuk dengan ruyung masih akan mati. Keyakinan orang Sunda pada pepatah ini bisa diketemukan asumsinya. Kayu Aren atau Ruyung terhitung keras apabila disabet pinggirannya setajam sembilu. Pemrosesan Kayu Aren bisa mengakibatkan kerusakan mesin pengolah seperti ketam mesin serta gergaji bertambah cepat dibanding kayu yang lainnya. Perihal ini dikarenakan Kayu Aren mempunyai urat kayu yang berwarna hitam yang begitu keras. Karena masih juga dalam keluarga Palma, Kayu Aren mempunyai corak seperti Kayu Kelapa. Akan tetapi ketidaksamaan yang kontras bisa tampak dari warna-nya yang tambah lebih gelap dibanding Kayu Kelapa.
Aren, Enau, Hanau, Peluluk, Moka serta banyak kembali panggilan untuk tumbuhan aren ini mempunyai pohon yang bisa tumbuh sampai 25 m dengan diameter sampai 65cm. Sisi batang Aren yang bisa dipakai menjadi papan ialah sisi cukup luar sampai 10cm mengarah dalam. Sedang sisi dalamnya lebih gampang rusak karena lebih lunak. Tidak hanya batang, Kayu Aren kita kenal menjadi penghasil gula merah, aren atau enau, serta penghasil kolang-kaling. Banyak yang merubah air enau jadi tuak di beberapa daerah di Indonesia karena air nira cepat terfementasi di hawa.
Di negara Jepang, parket Kayu Aren yang berwarna hitam cukuplah disenangi walau exportir menjelaskan jika umumnya mereka lebih meyukai beberapa warna kayu yang jelas. Di daerah seperti Sulawesi, Kayu Aren umumnya dipakai menjadi papan, gagang pisau, gagang cangkul serta empulurnya jadikan untuk penyaluran air.

Tidak hanya beberapa type kayu yang telah dijelaskan barusan, Indonesia mempunyai banyak type kayu endemik serta kayu-kayu yang berkualitas tinggi yang lain yang perlu kita jagalah kelangsungan supplynya dan bisa kita gunakan untuk berkarya. Karena itu yuk kita naikkan pengetahuan serta kemampuan kita dalam mengerti material ini supaya kita bisa membuahkan nilai lebih dari beberapa material mentah yang disiapkan oleh alam seperti kayu.

16. Pinus serta Cemara

Dari artikel-artikel yang saya baca, pada intinya Pohon Pinus serta Cemara mempunyai ciri fisik serta nama latin yang berlainan juga, akan tetapi corak kayu nya sama sangat berarti. Kayu Cemara mempunyai warna yang lebih menonjol dibanding Kayu Pinus, Kayu Cemara berkesan lebih merah serta pekat dibanding warna Kayu Pinus yang lebih kuning serta jelas. Diluar itu Kayu Cemara mempunyai banyak (mata) karena semakin banyak ranting serta cabang dibanding Kayu Pinus.
Pinus serta Cemara mempunyai banyak faedah, dari mulai sisi religius (seringkali dipakai menjadi pohon natal) sampai kesehatan. Diluar itu, Kayu nya dapat juga digunakan untuk beberapa hal. Kayu Pinus serta Cemara populer lembek serta gampang rusak, kepadatan kayunya yang kurang malah digunakan untuk beberapa produk kayu yang memerlukan pemrosesan mudah, disposable serta flamabelity yang tinggi seperti korek api serta palet kayu untuk shipping. Kayu Pinus serta Cemara termasuk juga Kayu dengan Kelas Awet serta Kuat level III. Kayu Pinus serta Cemara mempunyai densitas/kepadatan 480-520 kg/m3 serta kandungan air MC 12% serta perlu waktu 12-15 hari untuk pengeringan.
Walau Kayu Pinus serta Cemara sekarang seringkali dipakai untuk mebel, semestinya butuh diingat jika kayu ini adalah kayu dengan kemampuan serta keawetan rendah, warnanya gampang beralih di bawah cahaya matahari. Dianjurkan bila dipakai menjadi mebel semestinya memakai ukuran yang tebal serta tidak terserang air.

Kelebihan Kayu

  • Mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan
  • Mudah untuk dipaku, dibaut, dan direkatkan
  • Mudah didapat, karena di Indonesia masih banyak tersedia dan ketersediaannya bisa didaur ulang lagi dengan reboisasi
  • Jenis kayu solid awet dan tahan lama
  • Harganya relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya
  • Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan
  • Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia cukup baik
  • Dapat kedap suara
  • Jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah sehingga memiliki nilai lebih untuk dijadikan elemen dekorasi
Kekurangan Kayu

  • Bersifat kurang homogen
  • Mudah terpengaruh oleh iklim
  • Terdapat cacat bawaan dan cacat alam, seperti mata kayu dan pecah-pecah
  • Kerusakan dapat terjadi pada kelembaban yang tinggi
  • Mudah terserang jamur dan serangga, seperti rayap
  • Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering
No comments:
Write komentar