Laman

Sunday, 6 May 2018

Mesin Penggiling Tulang Daging Ikan Bulu Ayam Pakan Ternak

Mesin Pengiling Tulang  Daging Ikan Bulu Ayam 

harga mesin penghancur tulang ayam, mesin giling tulang ayam, mesin penghancur tulang ayam, harga mesin penghancur tulang ikan, harga mesin penghancur tulang, mesin penghancur tulang ikan, mesin giling daging dan tulang, Fungsi kegunaan dari mesin pengiling tulang daging ikan bulu ayam adalah mengiling keong, daging bekicot, bulu ayam, dan hewan-hewan kecil yang ada disawah untuk pakan ternak bebek dan lele.

Mesin Pengiling Tulang Daging Ikan Bulu Ayam

harga mesin penghancur tulang ayam, mesin giling tulang ayam, mesin penghancur tulang ayam, harga mesin penghancur tulang ikan, harga mesin penghancur tulang, mesin penghancur tulang ikan, mesin giling daging dan tulang, Fungsi kegunaan dari mesin pengiling tulang daging ikan bulu ayam adalah mengiling keong, daging bekicot, bulu ayam, dan hewan-hewan kecil yang ada disawah untuk pakan ternak bebek dan lele.



Spesifikasi Mesin Pengiling Tulang Daging Ikan Bulu Ayam

Dimensi                       : 1100 x 750 x 1200 mm
Pengerak                     : Diesel 
24  HP
Material Tabung          : Mild Steel
Material Rangka          : Siku, UNP   
Material Corong          : Mild Steel
Material Pengiling       : Mild Steel
Transmisi                    : Chain,Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                     : 
100-150 kg/jam


Spesifikasi
Dimensi                       : 1000 x 650 x 1100 mm
Pengerak                     : Diesel 1
2  HP
Material Tabung          : Mild Steel
Material Rangka          : Siku, UNP   
Material Corong          : Mild Steel
Material Pengiling       : Mild Steel
Transmisi                    : Chain,Pulley Dan V-Belt
Kapasitas                     : 
 50-75 kg/jam


_________________________________________________________________________________

Mengolah Tulang Daging Ikan Bulu Ayam Untuk Pakan Ternak


Salah satunya persoalan dalam pengendalian RPA ialah sampah padat yang berbentuk ayam mati (ayam tiren), sampah bulu, sampah jeroan, dan sampah padat yang lain. Beberapa cara yang seringkali dipakai untuk menangani sampah ayam mati ini ataupun sampah padat yang lain diantaranya dengan pembakaran/insinerasi, disposal di tempat/penguburan serta pengomposan. Sedang cara paling akhir yang sedikit didapati serta dikerjakan orang yakni fermentasi dengan memakai asam laktat. Cara fermentasi ayam mati ataupun sampah padat yang lain bisa dikerjakan dengan perlengkapan yang simpel serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Proses fermentasi bisa tuntas dalam tempo dua minggu, serta produk bisa tahan sampai beberapa bulan, sekurang-kurangnya sampai delapan bulan sebelum dipakai atau di proses jadi bahan pakan.
Pekerjaan ini dikerjakan untuk memberi jalan keluar pemrosesan sampah padat RPA/RPU terpenting bangkai ayam mati (ayam tiren) jadi bahan berharga lebih tinggi serta tahu cara fermentasi ayam mati yang sangat efektif dengan hasil yang terbaik, dari sisi kualitas gizi serta kandungan mikrobanya, menjadi bahan pakan untuk ternak/ikan. Pengkajian terdiri dua step yakni : 1). Pembuatan fermentasi sampah RPA/RPU (ayam mati). Pada step ini dipakai beberapa cara formulasi untuk memperoleh hasil yang terunggul, 2). Sesudah didapat formula fermentasi ayam mati yang memberi hasil terunggul, pekerjaan diteruskan dengan pembuatan fermentasi ayam mati ini di tempat RPA/RPU dengan menyertakan petugas-petugas serta pedagang-pedagang yang berada di RPA/RPU itu. Perancangan yang dipakai ialah RAK skema faktorial 2 x 3 dengan 10 ulangan. Aspek I : cacahan ayam mati + 20% molases dengan perlakuan menambahkan Lactobacillus sp, menambahkan Streptomycetes sp, serta menambahkan Lactobacillus sp + Streptomyces sp. Aspek II : cacahan ayam mati + 20% molases + 20% tepung jagung dengan perlakuan menambahkan Lactobacillus sp, menambahkan Streptomycetes sp, serta Menambahkan Lactobacillus sp + Streptomyces sp. Lama fermentasi 3 minggu, 6 minggu serta 9 minggu.
Hasil yang didapat ialah formulasi fermentasi ayam mati yang terbaik ialah: ayam mati + molases 20% + tepung jagung 20% + Lactobacillus sp dengan lama fermentasi 3 minggu, membuahkan tepung dengan kandungan protein18,71%, lemak 34,39%, serta daya 2315 kkal/kg. Tidak hanya mengenalkan tehnologi fermentasi, pada temu lega ini pula didemonstrasikan pembuatan pellet untuk pakan lele dengan bahan penting tepung fermentasi ayam mati yang sudah digabung dengan bahan pakan yang lain. Temu lega dikerjakan untuk memberi pengetahuan pada petugas serta pedagang yang berada di RPU tentang tehnik pemrosesan ayam mati jadi bahan pakan yang berguna diterima begitu ketertarikan. Hingga jika keseluruhnya RPU yang berada di lokasi DKI Jakarata sudah beroperasi dengan optimal, persoalan tentang jumlahnya ayam mati dapat teratasi sebab langsung dapat di proses di tempat RPU jadi bahan pakan ternak. Dengan begitu pengeluaran ayam mati dari RPU berbentuk utuh serta penyalahgunaan ayam mati tidak lagi ada.

Merubah Sampah Jadi Pakan Berprotein Tinggi


Tidak susah ke arah peternakan lele yang diurus oleh Pesantren Wira Usaha Riyadlu As-Shalihin. Cukuplah bertanya Kampung Benjan dengan suka hati penduduk akan menunjukannya. Kampung Benjan, Desa Sukamulih, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya itu adalah tempat yang ada persis “mengaca” di Gunung Galunggung. Satu tempat yang airnya jernih mengalir dari sumber mata air dari Gunung Galunggung tentu saja belumlah tercemar sampah.
Di daerah itu begitu poetensi jadikan tempat peternakan, perikanan serta pertanian. Tidak bingung beberapa ratus ribu ayam boiler dapat dibuat sehari-harinya. Bukan sekedar kekuatan dengan penghasil ayam hidup. Benjan banyak juga membuahkan ayam-ayam yang mati. Bermula dari jumlahnya ayam boiler yang mati sebab depresi serta tidak dapat digunakan dengan optimal. Bangkai ayam itu cuma dibuang ke sungai, dibakar atau sangat untung dibuang ke kolam jadikan pakan lele utuh. Makin hari bila disatukan bangkai ayam itu tentu saja akan menumpuk.
Karenanya ada momen itu Pesantren Wira Usaha (PWU) Riyadlu As-Shalihin di Kampung Benjan, Desa Sukamulih, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya terdorong agar ayam-ayam yang mati itu tidak disia-siakan dengan di proses terlebih dulu untuk pakan lele dengan kandungan protein yang tinggi.
Sehari-harinya di seputar PWU Riyadlu As-Shalihin ada tiga kwintal beberapa peternak yang membawa ayam mati itu untuk digiling. Jumlahnya itu baru sejumlah kecil dari peternak yang dapat di kirim ke tempat pembuatan pakan. Bila dengan menyengaja lakukan penyisiran pada ayam-ayam yang mati tentu saja banyaknya semakin lebih banyak kembali. Bahkan juga sesudah beberapa peternak tahu di ada pemrosesan pakan ikan, binatang ternak yang mati seperti kambing serta sapi tidak dibuang demikian saja, mereka membawanya ke tempat ini untuk digiling jadi pakan ikan. “ Kita lihat kekuatan sampah apakah yang dapat digunakan, jika dekat pantai sampah ikan-ikan mati dapat juga jadi sember pembuatan pakan,” tutur Tahyudin Ali Mursyid, Direktur Pesantren Wira Usaha Riyadlu As-Shalihin.
Menurutnya, ayam mati itu jadikan pelet atau pakan ikan yang berprotein tinggi lewat cara digiling, dicampurkan dengan sekam sisa hamparan ayam boiler serta ongok atau ampas aci. Bahan baku yang semua sampah itu nyatanya dapat di proses jadi pakan yang begitu disukai oleh lele. “ Cuma sayangya belumlah ada dari dinas perikanan serta kelautan Kabupaten Tasikmalaya yang dengan menyengaja lakukan riset apakah kandungan pakan bikinan itu,” tuturnya.
Tahyudin baru dapat memproses sampah jadi pakan lele itu tiga kwintal /hari. Jumlahnya tesebut baru penuhi keperluan pakan lele yang ada di kolamnya yang banyaknya mencapi enam puluh kolam. Menurut dia, Bila kolam ikan itu banyaknya makin bertambah sama dengan gagasan tentu saja hasil olahan itu akan menyusut. Sekarang ini banyak juga petani seputar yang minta pakan oleh ia. Keinginan itu tidak dapat dipenuhinya. “ Mesinnya masih tetap begitu simpel. Kami rakit sendiri serta kemampuan akhirnya belumlah dapat dihandalkan apalagi dikomersilkan, Jika kita telah miliki biaya untuk membelinya akan kita rakit agar memiliki tinggi,” harapnya.
Jumlahnya keinginan itu, mengingat pakan yang dibikin dari sampah akhirnya empat puluh % tambah murah daripada pakan yang dibeli dari toko. Diluar itu petani yang hadir melihat sendiri, akhirnya cukuplah menggembirakan. Buktinya, dari sejak pembibitan mijahkeun (proses pembuatan bayi lele) dengan pakannya itu 2,5 bulan lele bisa dipanen rata-rata beratnya 7-9 ekor per kilogramnya.
“ Kematian ikan pun relatif kecil. Akhirnya lele yang dikasih pakan bikinan kami lelenya sehat, lincah serta dapat tahan lama tidak gampang sters bila diambil dari kolam ke lain tempat,” tuturnya.
Sekarang dianya bisa menghasilan 100 ribu ekor bayi lele sehari-harinya. Lele itu seputar 1,5 bulan kembali tinggal dipanen serta dapat di pasarkan. Dianya mengharap kedepan sehari-harinya dapat panen sekurang-kurangnya satu ton /hari.
Bukan sekedar lele, bila mesin mutunya telah bagus ia akan memngembangkan perikanan darat yang lain. Perihal ini mengingat Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah yang kekuatan dengan perikanan darat. “Di Kabupaten Tasik ini dikit yang serius meningkatkan perikanan darat. Mungkin sebab harga pakannya tinggi atau fakta yang lain termasuk juga minimnya perhatian pemerintah pada petani ikan. Perikanan darat belumlah diurus jadi usaha yang kreatif serta produktif. Budidaya ikan masih tetap dengan jumlahnya kecil umumnya untuk dikonsumsi sendiri serta di jual ke tetangga seputar. Untuk tidak penuhi keperluan pasar,” tuturnya.
Rencanyanya dalam tempat ini, pria yang suka wayang golek itu, akan membangun bisinis mata rantai. Sambil menuturkan yang dimasunya yakni satu produk jadi serangkaian yang tidak dapat terpisahkan. “Saya akan bangun pun, penggemukan sapi serta membuat pabrik aci. Nanti sampah aci itu dapat menjadi pelet serta pakan ternak. Sedang acinya akan kita olah jadi krupuk tulang lele, serta basreng lele” harapnya.
Sekarang bukan sekedar pesantren yang rasakan tapi penduduk di seputar kolam juga dapat rasakan faedahnya dengan jadi pekerja.
“ Kami ingin penduduk di sini kretaif, dapat pasarkan produk favorit lokal pertanian serta peternakan berbasiskan pesantren yakni pesantren menjadi motor penggeraknya,” tuturnya.
_______

Faedah Tulang Ikan

Tulang serta kepala (tengkorak) ikan bisa diolah jadi tepung sebab sisi ikan ini masih tetap ada kandungan mineral, seperti kalsium pada tepung tulang ikan yang bisa digunakan. Kehadiran kalsium pada tepung tulang ikan punya potensi meningkatkan kandungan gizi satu produk olahan makanan spesifik, hingga produk itu kaya kalsium.
Badan butuh kecukupan mineral berbentuk kalsium. Kalsium adalah mineral penting penyusun tulang. Kekurangan kalsium memunculkan kelainan pada tulang. Seperti pengeroposan tulang atau seringkali dimaksud dengan Osteoporosis.
Pusat Data serta Info Kementerian Kesehata RI (2015) memberikan laporan jika, pengeroposan tulang sering dihadapi oleh wanita lanjut usia (50-80 tahun). Hal itu karena wanita memerlukan semakin banyak mineral kalsium dibanding lelaki. Sedang badan tidak dapat membuahkan kalsium dengan mandiri. Badan butuh konsumsi sumber kalsium di luar. Sumber kalsium dapat dipenuhi lewat konsumsi makanan kaya kalsium serta cukuplah olah raga untuk memperkuat pembentukan tulang. Sumber


Keripik Tulang Ikan Lele

Tulang lele dumbo di proses dahulu jadi tepung sebelum dibikin jadi kerupuk dengan penambahan tepung tapioka, tepung terigu, serta bumbu-bumbu dengan formasi spesifik.

Pemanfaan sampah bulu ayam diinginkan bisa jadi pilihan lainnya menjadi bahan penambahan atau bahan alternatif formasi dalam pembuatan kompos. Diluar itu pemakaian sampah bulu ayam ini pula diinginkan bisa memberi nilai lebih buat peternak ayam untuk nantinya.
Aplikasi pemakaian sampah bulu ayam menjadi bahan pembuat kompos di Indonesia saat ini masih tetap begitu minim. Meskipun sebetulnya formasi dari kotoran ayam mempunyai bahan organik menjadi bahan penyuburtanah yang lebih baik dari sampah bulu ayam. Akan tetapi, bila pemakaian sampah bulu ayam ini digunakan dengan efisien maka berefek begitu baik pada banyak hal sekaligus juga. Salah satunya kurangi pencemaran lingkungan yang dikarenakan oleh pembuangan sampah bulu ayam, lalu bisa dipakai menjadi bahan alternatif formasi dalam pembuatan kompos, bisa jadi nilai lebih buat beberapa peternak ayam serta banyak hal positif yang lain.
Penambahan usaha peternakan ayam serta industri rumah potong memunculkan penambahan sampah bulu ayam yang dibuat. Pada industri rumah potong ayam, sampah bulu ayam adalah satu perihal yang butuh mendapatkan perlakuan spesial sebab memunculkan efek yang besar sekali dalam pencemaran lingkungan (Ketaren, 2008).
Menurut (Puastuti, 2004)Perlakuan sampah bulu ayam hasil peternakan ayam di Indonesia sejumlah besar masih tetap lewat cara dibakar serta sejumlah kecil yang sudah digunakan, salah satunya menjadi bahan ahuttle cock, lukisan, serta alat pembersih debu (kemonceng). Selebihnya dibuang hingga di kuatirkan akan mencemari sekitar lingkungan.
Masalah umum yang ditemui dalam perombakan bulu ayam ialah terdapatnya ikatan keratin yakni semacam protein fibrous/memiliki serat yang berbentuk sulit larut di air serta susah diolah (Sonjaya, 2001). Dari itu peluang pemusnahan sampah bulu ayam masih tetap dikerjakan lewat cara yang kurang pas.
Beberapa riset mengenai pemakaian sampah bulu ayam yang sempat dikerjakan awal mulanya tetap menginginkan agar pemusnahan sampah bulu ayam bisa ditanggulangi diataranya lewat cara jadikan menjadi bahan pembuatan kompos hingga bisa jadi salah satunya pilihan yang bermanfaat untuk menanggulangi efek negatif dari sampah itu serta bisa memberi hasil sambilan yang berharga ekonomis.
Umumnya sampah bulu ayam yang dibuat untuk tiap-tiap ekor ayam sekitar 4% dari keseluruhan berat per ekor ayam.
Sampah bulu ayam pun susah untuk terdegradasi di dalam tanah, perihal ini karena disebabkan bulu ayam mempunyai kandungan keratin yang cukuplah tinggi yang tidak gampang terurai.
Tapi berdasar pada hasil riset yang sempat dikerjakan oleh mahasiswa agroteknologi UMY jika sampah bulu ayam bisa di proses jadi tepung bulu ayam hingga sampah ini akan gampang terurai di dalam tanah serta gampang termanfaatkan buat tanaman.
Berdasar pada hasil riset sampah bulu ayam yang di proses jadi tepung bulu ayam dapat menyiapkan keperluan nitrogen yang diperlukan oleh tanaman jagung manis dengan dosis 2300 kg/hektar dengan kekuatan hasil sebesar 17,119 ton per hektar jagung manis. Kandungan nitrogen keseluruhan yang cukuplah tinggi untuk taraf bahan organik, sampah bulu ayam jadi salah satunya jalan keluar pilihan buat petani untuk kurangi pemakaian pupuk sintetis.
No comments:
Write komentar